Senin, 28 September 2026
00:22 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Akinaka

Akinaka

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
250px-PalmyraParthianCavalryman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kavaleri Parthia yang membawa akinaka, relief Palmyra.

Akinaka (bahasa Persia Kuno *akīnakah) atau akinakes (bahasa Yunani:ἀκινάκης) adalah sejenis belati atau pedang pendek yang banyak digunakan pada milenium ke-1 SM di daerah Mediterania timur, khususnya oleh bangsa Skithia dan bangsa Persia, kemudian digunakan pula oleh bangsa Yunani.[1]

Akinaka berasal dari Skithia tetapi penggunaannya dipopulerkan oleh bangsa Persia, dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia kuno. Pengaruhnya dapat dilihat pada rancangan senjata Cina seperti pedang jinglu. Sementara bangsa Romawi percaya bahwa senjata ini diciptakan oleh bangsa Medes.[1]

Akinaka biasanya memiliki panjang 35–45 cm. (14-18 in.) dan bermata ganda.[1] Meskipun tidak ada desain universal, tetapi bagian pelindungnya mungkin bercuping dengan gagang yang mirip belati zakar, atau mungkin bagian penyeimbangnya terbelah atau berbentuk "antena". Akinaka biasanya digantung di pinggang sebelah kanan.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Blair, Claude and Tarassuk, Leonid, eds. (1982). The Complete Encyclopedia of Arms and Weapons. hlm.17. Simon & Schuster. ISBN 0-671-42257-X.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan