Rabu, 23 September 2026
01:26 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Ajaeng

Ajaeng

Ajaeng
250px-20140704-TFF-Kim-Hae-Sook-4376.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Korea
Hangul
아쟁
Hanja
Alih Aksaraajaeng
McCune–Reischauerajaeng

Ajaeng adalah alat musik tradisional Korea yang berupa kecapi besar, memiliki tujuh senar tebal yang terbuat dari sutera, disetel di atas badan kayu paulonia.[1] Senar dipasang di atas kayu penyangga. Ajaeng diletakkan di atas bangku kayu, dimainkan dengan cara digesek untuk menghasilkan suara yang rendah dan melankolis.[2] Alat musik ini selalu digunakan dalam orkestra musik istana.[3] Asal mula dari Cina, diperkenalkan pada periode Dinasti Goryeo (918-1392).[4] Pada zaman modern, permainan ajaeng dikembangkan oleh musisi Park Seong-ok (1908-1985) untuk mengiringi tari-tarian. Permainan secara solo dinamakan ajaeng sanjo di mana ajaeng yang digunakan lebih kecil (so-ajaeng atau sanjo ajaeng), hasil modifikasi ajaeng besar. Musisi-musisi terkenal pemain ajaeng adalah pencipta ajaeng sanjo, Han Il-seop (1929-1973) pada tahun 1960-an. Tokoh lainnya adalah Cheong Cheol-ho, Jangwol Jungseon, Seo Yong-sok, Park Jung-seon dan Kim Il-gu.

Referensi

  1. (Korea)아쟁, ntok.org. Diakses pada 30 Juli 2011.
  2. (Korea)Ajaeng (아쟁) Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine., kbs. Diakses pada 30 Juli 2011.
  3. (Korea)Korean Musical Instruments, zofona. Diakses pada 1 Agustus 2011.
  4. (Korea)Ajaeng, angelfire. Diakses pada 1 Agustus 2011.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan