Senin, 21 September 2026
08:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Afrika Timur Jerman

Afrika Timur Jerman

Koloni Kekaisaran Jerman di Afrika pada 1885 hingga 1919 termasuk Tanzania modern, Burundi dan Rwanda

Afrika Timur Jerman
Schutzgebiet Deutsch-Ostafrika
1885–1919
Bendera Afrika Timur
Bendera (mulai tahun 1893)
Lambang Afrika Timur
Lambang
Lagu kebangsaan: Heil dir im Siegerkranz
Hijau: Afrika Timur JermanAbu-abu gelap: Afrika Barat Jerman, Afrika Barat Daya JermanAbu-abu paling gelap: Kekaisaran Jerman (perbatasan pada tahun 1911)
Hijau: Afrika Timur Jerman
Abu-abu gelap: Afrika Barat Jerman, Afrika Barat Daya Jerman
Abu-abu paling gelap: Kekaisaran Jerman (perbatasan pada tahun 1911)
StatusKoloni
Ibu kotaBagamoyo (1885-1890)
Dar-es-Salaam (1890-1918)
Kaisar Jerman 
 1871-1888
William I
 1888-1888
Frederick III
 1888-1918
William II
Gubernur 
 1885-1889 (pertama)
Carl Peters (Perusahaan Afrika Timur Jerman)
 1912-1918 (terakhir)
Heinrich Albert Schnee
Era SejarahImperialisme Baru
 Pendirian
27 Februari 1885
1 Juli
 Pemberontakan Maji Maji
21 Oktober
 Menyerah kepada Britania
25 November
28 Juni 1919
Luas
1913995.000 km2 (384.000 sq mi)
Populasi
 1913
7.700.000
Mata uangRupie
Didahului olehDigantikan oleh
kslKesultanan
Zanzibar
krjKerajaan
Rwanda
krjKerajaan
Burundi
Tanganyika
Ruanda-Urundi
Afrika Timur Portugal

Afrika Timur Jerman (bahasa Jerman:Deutsch-Ostafrika) adalah koloni Jerman di Afrika Timur, yang meliputi Burundi, Rwanda dan Tanganyika (Tanzania) modern. Afrika Timur Jerman memiliki luas sebesar 994.996 km², tiga kali lebih besar daripada wilayah Jerman modern. Afrika Timur Jerman didirikan pada tahun 1880-an dan berakhir selama Perang Dunia I, ketika wilayah Afrika Timur Jerman direbut oleh Britania Raya dan Belgia, dan nantinya sebagai teritori mandat Liga Bangsa-Bangsa.

Referensi dan pranala luar

  • The coins and bank notes of German East Africa
  • Schnee, Dr. Heinrich (Deputy Governor of German Samoa and last Governor of German East Africa), German Colonization, Past and Future - The Truth about the German Colonies, George Allen & Unwin, London, 1926.
  • Bullock, A.L.C., Germany's Colonial Demands, Oxford University Press, 1939.
  • Wikified article on German East Africa based on the 1911 edition of Encyclopedia Britannica
  • East, John William. "The German Administration in East Africa: A Select Annotated Bibliography of the German Colonial Administration in Tanganyika, Rwanda and Burundi from 1884 to 1918." [London? 1989] 294 leaves. 1 reel of microfilm (negative.) Thesis submitted for the fellowship of the Library Association, London, November 1987."
  • Farwell, Byron. The Great War in Africa, 1914–1918. New York: W. W. Norton & Company. 1989. ISBN 0-393-30564-3
  • Miller, Charles. Battle for the Bundu, The First World War in East Africa. New York: MacMillan Publishing Co., Inc. 1974. ISBN 0-02-584930-1
  • Haupt, Werner. Deutschlands Schutzgebiete in Übersee 1884-1918 (Germany’s Overseas Protectorates 1884-1918). Friedberg: Podzun-Pallas Verlag. 1984. ISBN 3-7909-0204-7
  • Hahn, Sievers. Afrika. 2nd Edition. Leipzig: Bibliographisches Institut. 1903.
  • The New Student's Reference Work/German East Africa


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan