Senin, 12 Oktober 2026
15:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Afrika Barat Daya Jerman

Afrika Barat Daya Jerman

Bagikan:
Afrika Barat Daya Jerman
Deutsch-Südwestafrika
1884–1915
Bendera Afrika Barat Daya
Bendera
Lambang Afrika Barat Daya
Lambang
Afrika Barat Daya Jerman (merah), koloni Jerman lain berwarna biru
Afrika Barat Daya Jerman (merah), koloni Jerman lain berwarna biru
StatusKoloni
Ibu kotaWindhoek (dari 1891)
Gubernur 
• 1898-1905
Theodor von Leutwein
• 1905-1907
Friedrich von Lindequist
• 1907-1910
Bruno von Schuckmann
• 1910-1915
Theodor Seitz
Era SejarahPerebutan Afrika
• Didirikan
7 Agustus 1884
• Genosida
1904-1907
• Dibubarkan
9 Juli 1915
• Perjanjian Versailles
1919
Luas
835.100 km2 (322.400 sq mi)
Mata uangMark Afrika Barat Daya Jerman
Digantikan oleh
Afrika Barat Daya
250px-Grenzschild_deutsches-schutzgebiet_british-territory.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
perbatasan mantan tanda: Protektorat Jerman - wilayah Inggris

Afrika Barat Daya Jerman (Jerman: Deutsch-Südwestafrika) adalah koloni kekaisaran Jerman dari tahun 1884 sampai tahun 1915, ketika Afrika Barat Daya Jerman diambil alih oleh Afrika Selatan dan diperintah sebagai Afrika Barat Daya, dan akhirnya menjadi Namibia tahun 1990. Dengan luas 835.100 km², luas wilayah ini adalah 1/2 kali wilayah kekaisaran Jerman pada saat itu.

Pemimpin kolonial (1883-1915)

Magistrat (1883-1884)

Komisioner (1884-1893)

Administrator (1893-1898)

Gubernur (1898-1915)

Daftar pustaka

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan