Senin, 02 November 2026
01:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Afrika Timur Jerman

Afrika Timur Jerman

Koloni Kekaisaran Jerman di Afrika pada 1885 hingga 1919 termasuk Tanzania modern, Burundi dan Rwanda

Bagikan:
Afrika Timur Jerman
Schutzgebiet Deutsch-Ostafrika
1885–1919
Bendera Afrika Timur
Bendera (mulai tahun 1893)
Lambang Afrika Timur
Lambang
Lagu kebangsaan: Heil dir im Siegerkranz
Hijau: Afrika Timur JermanAbu-abu gelap: Afrika Barat Jerman, Afrika Barat Daya JermanAbu-abu paling gelap: Kekaisaran Jerman (perbatasan pada tahun 1911)
Hijau: Afrika Timur Jerman
Abu-abu gelap: Afrika Barat Jerman, Afrika Barat Daya Jerman
Abu-abu paling gelap: Kekaisaran Jerman (perbatasan pada tahun 1911)
StatusKoloni
Ibu kotaBagamoyo (1885-1890)
Dar-es-Salaam (1890-1918)
Kaisar Jerman 
• 1871-1888
William I
• 1888-1888
Frederick III
• 1888-1918
William II
Gubernur 
• 1885-1889 (pertama)
Carl Peters (Perusahaan Afrika Timur Jerman)
• 1912-1918 (terakhir)
Heinrich Albert Schnee
Era SejarahImperialisme Baru
• Pendirian
27 Februari 1885
1 Juli
• Pemberontakan Maji Maji
21 Oktober
• Menyerah kepada Britania
25 November
28 Juni 1919
Luas
1913995.000 km2 (384.000 sq mi)
Populasi
• 1913
7.700.000
Mata uangRupie
Didahului olehDigantikan oleh
kslKesultanan
Zanzibar
krjKerajaan
Rwanda
krjKerajaan
Burundi
Tanganyika
Ruanda-Urundi
Afrika Timur Portugal

Afrika Timur Jerman (bahasa Jerman:Deutsch-Ostafrika) adalah koloni Jerman di Afrika Timur, yang meliputi Burundi, Rwanda dan Tanganyika (Tanzania) modern. Afrika Timur Jerman memiliki luas sebesar 994.996 km², tiga kali lebih besar daripada wilayah Jerman modern. Afrika Timur Jerman didirikan pada tahun 1880-an dan berakhir selama Perang Dunia I, ketika wilayah Afrika Timur Jerman direbut oleh Britania Raya dan Belgia, dan nantinya sebagai teritori mandat Liga Bangsa-Bangsa.

Referensi dan pranala luar

  • The coins and bank notes of German East Africa
  • Schnee, Dr. Heinrich (Deputy Governor of German Samoa and last Governor of German East Africa), German Colonization, Past and Future - The Truth about the German Colonies, George Allen & Unwin, London, 1926.
  • Bullock, A.L.C., Germany's Colonial Demands, Oxford University Press, 1939.
  • Wikified article on German East Africa based on the 1911 edition of Encyclopedia Britannica
  • East, John William. "The German Administration in East Africa: A Select Annotated Bibliography of the German Colonial Administration in Tanganyika, Rwanda and Burundi from 1884 to 1918." [London? 1989] 294 leaves. 1 reel of microfilm (negative.) Thesis submitted for the fellowship of the Library Association, London, November 1987."
  • Farwell, Byron. The Great War in Africa, 1914–1918. New York: W. W. Norton & Company. 1989. ISBN 0-393-30564-3
  • Miller, Charles. Battle for the Bundu, The First World War in East Africa. New York: MacMillan Publishing Co., Inc. 1974. ISBN 0-02-584930-1
  • Haupt, Werner. Deutschlands Schutzgebiete in Übersee 1884-1918 (Germany’s Overseas Protectorates 1884-1918). Friedberg: Podzun-Pallas Verlag. 1984. ISBN 3-7909-0204-7
  • Hahn, Sievers. Afrika. 2nd Edition. Leipzig: Bibliographisches Institut. 1903.
  • The New Student's Reference Work/German East Africa


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan