Sabtu, 10 Oktober 2026
12:41 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Afdeling Nias

Bagikan:

Afdeling Nias adalah sebuah afdeling yang dibentuk pada tahun 1919 M dalam wilayah Keresidenan Tapanuli.[1] Wilayah Afdeling Nias meliputi pulau Nias dan pulau-pulau di sekitarnya dan dibagi menjadi tiga onderafdeling yaitu Onderafdeling Nias Utara, Onderafdeling Nias Selatan dan Onderafdeling Pulau-Pulau Batu.[1] Pada tahun 1870 M, Afdeling Nias telah memiliki sebuah sekolah negeri yang lulusannya dikirim untuk bersekolah di Kweekschool Tano Bato untuk dijadikan guru pada wilayah Keresidenan Tapanuli.[2]

Sejarah pembentukan

Pada tahun 1842 M, Pemerintah Hindia Belanda membentuk Keresidenan Tapanuli yang meliputi seluruh wilayah permukiman suku Batak. Cakupan wilayah Keresidenan Tapanuli mencakup kawasan pesisir dan pedalaman Tapanuli. Susunan pemerintahan dalam Keresidenan Tapanuli secara berurutan terdiri dari beberapa afdeling, onderafdeling, distrik, dan kuria.[3] Salah satu afdeling yang terbentuk dalam wilayah Keresidenan Tapanuli adalah Afdeling Nias.[4] Pembentukan Afdeling Nias dilakukan pada tahun 1919 M.[1]

Wilayah dan pemerintahan

Pada tahun 1919 M, wilayah Afdeling Nias mencakup pulau Nias dan pulau-pulau lain di sekitar pulau Nias kecuali Pulau-Pulau Batu. Afdeling Nias pada tahun 1919 M terbagi menjadi dua onderafdeling yaitu Onderafdeling Nias Utara dan Onderafdeling Nias Selatan. Ibu kota Onderafdeling Nias Utara terletak di Gunung Sitoli, sedangkan ibu kota Onderafdeling Nias Selatan terletak di Teluk Dalam.[1]

Pada tahun 1928 M, Pulau-Pulau Batu dimasukkan sebagai wilayah Afdeling Nias dan dibentuk sebagai Onderafdeling Pulau-Pulau Batu. Bersamaan dengan penambahan onderafdeling, tiap onderafdeling dibagi lagi menjadi beberapa distrik dan onderdistrik. Setiap distrik di Afdeling Nias dipimpin oleh seorang demang. Sedangkan setiap onderdistrik di Afdeling Nias dipimpin oleh seorang asisten demang.[1]

Sarana pendidikan

Pada tahun 1870 M, Afdeling Nias telah memiliki sebuah sekolah negeri yang terletak di Kota Nias. Para siswa lulusan dari sekolah negeri di Kota Nias dikirim untuk bersekolah di sekolah pendidikan guru yang bernama Kweekschool Tano Bato. Lokasi Kweekschool Tano Bato saat ini berada di Kelurahan Tano Bato. Lulusan dari Kweekschool Tano Bato dipekerjakan sebagai guru Kweekschool Tano Bato dan untuk sekolah-sekolah lain yang ada di Keresidenan Tapanuli.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Wiradnyana, Ketut (September 2010). Legitimasi Kekuasaan Pada Budaya Nias: Panduan Penelitian Arkeologi Dan Antropologi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 110. ISBN 978-602-433-172-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Pulungan, Ayub Suleman (2025). Willem Iskander Pahlawan dan Pendobrak! tetapi Nyaris Dilupakan Bangsanya!. Sleman: Penerbit Deepublish. hlm. 145. ISBN 978-634-200-542-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Hariadi, Rismadona dan Suriani (PDF). : . ISBN 978-602-655-403-1. ; (2016). Digitalisasi dan Transliterasi Naskah Kuno di Provinsi Sumatera Barat (PDF). Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  4. ↑ Suprapti, dkk. (Agustus 1994). Bale, Djenen (ed.). Studi Pertumbuhan dan Pemudaran Kota Pelabuhan: Kasus Barus dan Si Bolga (PDF). Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat. hlm. 70.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan