Selasa, 22 September 2026
05:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Advanced Info Service

Advanced Info Service

Advanced Info Service Public Company Limited
250px-Advanced_Info_Service_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPublik
SET: ADVANC
ISINTH0268010Z03 Sunting ini di Wikidata
IndustrITelekomunikasi
Didirikan24 April 1986 Sunting ini di Wikidata
PendiriThaksin Shinawatra
Wilayah yang dilayani
Thailand
Tokoh kunci
Chairman: Vithit Leenutaphong, CEO: Somchai Lertsutiwong
PendapatanKenaikan 180.89 miliar baht (2019)[1]
Kenaikan 37.40 miliar baht (2019)[1]
Kenaikan 31.19 miliar baht (2019)[1]
Total asetPenurunan 289.67 miliar baht (2019)[1]
Total ekuitasKenaikan 69.39 miliar baht (2019)[1]
Jumlah karyawan
10,586+ (2013)[2]
IndukIntouch Holdings

Advanced Info Service Public Company Limited (AIS) adalah operator telepon seluler GSM terbesar di Thailand dengan 39,87 juta pelanggan pada Q3 2016.[3] Didirikan pada April 1986, AIS dimulai sebagai bisnis rental komputer. Pada bulan Oktober 1990, meluncurkan layanan telepon seluler analog 900 MHz dengan konsesi monopoli 20 tahun dari Telephone Organization of Thailand (TOT), dan kemudian menjadi perusahaan pertama yang diizinkan untuk beroperasi pada frekuensi GSM-900.

Ia memperoleh Shinawatra Paging pada bulan Juni 1992.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "ADVANC: ADVANCED INFO SERVICE PUBLIC COMPANY LIMITED: Financial data" (PDF). AIS. Diakses tanggal 2021-01-23.
  2. Staff & Human Resource Development Diarsipkan 20 November 2015 di Wayback Machine. Investor Site - AIS
  3. Sirivish Toomgum (September 2011). "AIS to double 3G users". The Nation. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-08. Diakses tanggal 12 September 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik perusahaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan