Senin, 12 Oktober 2026
23:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Absorpsi obat

Bagikan:

Absorpsi obat adalah perpindahan obat dari tempat pemberian menuju aliran darah. Kecepatan dan efisiensi absorbsi bergantung pada cara pemberiannya. Pada pemberian intravena, absorbsi berlangsung sempurna disebabkan dosis total obat mencapai sirkulasi sistemis. [1]

Untuk cara pemberian obat dengan rute lain hanya bisa menghasilkan absorbsi parsial sehingga menurunkan bioavailabilitas: Sebagai contoh, obat yang memerlukan cairan saluran cerna agar terlarut dan kemudian menembus sel-sel epitel mukosa usus, tetapi keadaan penyakit atau keberadaan makanan bisa memengaruhi proses ini.[1]

Faktor fisik yang mempengaruhi absorbsi obat

  1. Aliran darah pada lokasi absorbsi Aliran darah yang menuju usus jauh lebih besar daripada alirah darah yang menuju organ lambung. Sehingga absrorbsi dari usus jauh lebih baik jika dibandingkan dari lambung.[1]
  2. Jumlah area permukaan yang tersedia untuk absorbsi Bagian usus memiliki permukaan yang kaya akan mikrovili diperkirakan usus memiliki luar 1000 kali lebih luas jika dibandingkan permukaan lambung. Hal ini membuat absorbsi melalui usus lebih efesien. [1]
  3. Lama kontak dengan permukaan absorbsi Obat dalam saluran cerna bergerak dengan cepat seperti pada keadaan diare berat, obat tidak diabsobsi secara baik. Sebaliknya sesuatu yang memperlambat kecepatan absorbsi obat tersebut pengosongan lambung. Selain itu keberadaan makanan pada lambung akan melarutkan obat dan memperlambat pengosongan lambung. Oleh karena, itu obat yang diminum bersama makanan, cenderung lebih lambat diabsorbsi. [1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 FARMAKOLOGI Ulasan Bergambar Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2013. hlm. 5. ISBN 978-979-044-406-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan