Minggu, 27 September 2026
23:43 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Absorpsi obat

Absorpsi obat adalah perpindahan obat dari tempat pemberian menuju aliran darah. Kecepatan dan efisiensi absorbsi bergantung pada cara pemberiannya. Pada pemberian intravena, absorbsi berlangsung sempurna disebabkan dosis total obat mencapai sirkulasi sistemis. [1]

Untuk cara pemberian obat dengan rute lain hanya bisa menghasilkan absorbsi parsial sehingga menurunkan bioavailabilitas: Sebagai contoh, obat yang memerlukan cairan saluran cerna agar terlarut dan kemudian menembus sel-sel epitel mukosa usus, tetapi keadaan penyakit atau keberadaan makanan bisa memengaruhi proses ini.[1]

Faktor fisik yang mempengaruhi absorbsi obat

  1. Aliran darah pada lokasi absorbsi Aliran darah yang menuju usus jauh lebih besar daripada alirah darah yang menuju organ lambung. Sehingga absrorbsi dari usus jauh lebih baik jika dibandingkan dari lambung.[1]
  2. Jumlah area permukaan yang tersedia untuk absorbsi Bagian usus memiliki permukaan yang kaya akan mikrovili diperkirakan usus memiliki luar 1000 kali lebih luas jika dibandingkan permukaan lambung. Hal ini membuat absorbsi melalui usus lebih efesien. [1]
  3. Lama kontak dengan permukaan absorbsi Obat dalam saluran cerna bergerak dengan cepat seperti pada keadaan diare berat, obat tidak diabsobsi secara baik. Sebaliknya sesuatu yang memperlambat kecepatan absorbsi obat tersebut pengosongan lambung. Selain itu keberadaan makanan pada lambung akan melarutkan obat dan memperlambat pengosongan lambung. Oleh karena, itu obat yang diminum bersama makanan, cenderung lebih lambat diabsorbsi. [1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 FARMAKOLOGI Ulasan Bergambar Edisi 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2013. hlm. 5. ISBN 978-979-044-406-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan