Rabu, 14 Oktober 2026
11:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Abdullah Syattar

Mursyid sufi

Bagikan:

Sirajuddin Abdullah Syattar (bahasa Arab:سراج الدين عبد الله شتر) adalah seorang mursyid sufi terkemuka abad ke-15, yang dianggap sebagai pendiri tarekat Syattariyah. Ia membawa tarekat tasawufnya dari Transoksiana ke anak benua Asia Selatan, tempat penerusnya mengembangkannya lebih lanjut.[1][2] Pada akhir abad ke-16, tarekat ini diperkenalkan ke Haramain, dan dari sana ke Asia Tenggara.[1]

Abdullah mempelajari tasawuf menurut tradisi Isyqiyah dan Busthamiyah yang berkembang pesat di Khorasan dan Turki Utsmaniyah.[2][3] Gurunya memberinya nama nisbah Syattar, sebuah kata serapan Persia dari bahasa Arab yang berarti "kilat", yang merujuk pada praktik-praktif spiritual tercepat mencapai tahap "penyelesaian".[1][4] Silsilah pembelajarannya ialah dari gurunya Muhammad Arif, kemudian dari Muhammad Ashiq, Khuda Quli, Abul Hassan al-Kharqani, Abul Muzaffar ath-Thusi, Abu Yazid Isyqi, Muhammad al-Maghribi, dari Bayazid Busthami.[5]

Abdullah pergi ke India untuk mempromosikan tarekatnya dan mengunjungi banyak kelompok sufi untuk memperkenalkan metodenya.[1] Ia berkeliling Delhi, Jaunpur, Bihar, Benggala, dan Malwa, sebelum menetap di Mandu di bawah perlindungan Sultan Ghiyatsuddin Tughluq.[3] Abdullah terus tinggal dan menyebarkan tarekatnya hingga ia meninggal di India pada tahun 1485.[1][6] Di kemudian hari, para penerusnya juga berpengaruh terhadap beberapa penguasa Mughal.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Shah, Idries (1999). The Sufis (Edisi illustrated, reprint). Octagon Press Ltd. ISBN 9780863040740.
  2. 1 2 Ernst, Carl W. (1999). Fred De Jong, Berndt Redtke (ed.). "Persecution and Circumspection in the Shattari Sufi Order". Islamic Mysticism Contested: Thirteen Centuries of Debate and Conflict, in 'Islamic History and Civilization'. Leiden: E.J. Brill.
  3. 1 2 Behl, Aditya (2012). Love's Subtle Magic: An Indian Islamic Literary Tradition, 1379-1545. OUP USA. ISBN 9780195146707.
  4. ↑ Dehlvi, Ghulam Rasool (Juni 15, 2019). "Mystic Mantra: Gwalior's Sufi mystic and the yogic experience". Deccan Chronicle.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Christomy, Tommy (2008). "Linking to the Wider World of Sufism" (PDF). Signs of the Wali: Narratives at the Sacred Sites in Pamijahan, West Java. ANU Press.
  6. ↑ Kugle, Scott (2011). Sufi's and Saints' Bodies: Mysticism, Corporeality, and Sacred Power in Islam (Edisi illustrated). Univ of North Carolina Press. ISBN 9780807872772.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan