Kamis, 01 Oktober 2026
07:38 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Abdullah Aidit

Abdullah Aidit

Bagikan:
Abdullah Aidit
250px-Abdullah_Aidit%2C_Kami_Perkenalkan_%281952%29%2C_p60.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abdullah Aidit, ca 1952
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
17 Februari 1950 –25 Juni 1954[a]
PenggantiNjoto
Informasi pribadi
Lahir(1900-10-23)23 Oktober 1900
Meninggal14 Februari 1969(1969-02-14) (umur 68)
Tanjungpandan, Belitung, Indonesia

Abdullah Aidit (23 Oktober 1900 – 14 Februari 1969) merupakan seorang tokoh politikus Indonesia dari pulau Belitung. Ia menjabat sebagai salah satu perwakilan Belitung dalam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat dan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara antara tahun 1950 hingga 1954. Ia merupakan ayah dari Dipa Nusantara Aidit, ketua umum Partai Komunis Indonesia pada masa Gerakan 30 September.

Biografi

Abdullah lahir di Tanjung Pandan, Belitung pada tanggal 23 Oktober 1900.[1] Ayahnya Haji Ismail , seorang pengusaha perikanan yang cukup mapan di Belitung. Sehari-hari, Abdullah berkerja sebagai mantri hutan, suatu pekerjaan yang cukup dihormati pada masa itu, dan karena koneksinya ia dapat menyekolahkan semua anaknya ke sekolah Hollandsch-Inlandsche School.[2] Dua anak laki-lakinya, Achmad dan Murad Aidit, merantau ke Batavia untuk bersekolah lebih lanjut.[3] Abdullah sempat enggan membiarkan anaknya Achmad mengubah nama karena repot untuk mengurus administrasi, tetapi Abdullah akhirnya mengalah dan Achmad mengubah namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit.[4]

Selama Perang Kemerdekaan Indonesia, Abdullah menjadi salah satu pemimpin organisasi pemuda yang melawan Belanda di Belitung, dan ia sempat pergi ke Yogyakarta.[1][5] Ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat mewakili Belitung (tanpa partai) di tahun 1950, dan begitu RIS dibubarkan ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara sampai ia mundur di tanggal 25 Juni 1954. Ia digantikan oleh Njoto, politikus Partai Komunis Indonesia.[1][6][7] Ia tercatat sebagai anggota dewan pimpinan Partai Syarikat Islam Indonesia antara 1953 dan 1955.[8]

Pada hari kejadian Gerakan 30 September 1965, Abdullah sedang tinggal di rumah D. N. Aidit di Jakarta ketika tentara datang untuk meringkus D. N. Aidit. Selama anaknya menghilang, Abdullah mengurus cucu-cucunya.[9] Abdullah juga sempat ditangkap oleh tentara karena dikira sebagai anaknya (Abdullah sendiri tidak termasuk Daftar Pencarian Orang).[10][11] Belakangan, dengan bantuan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh, Abdullah pulang ke Belitung. Ia meninggal sendiri di rumahnya di Tanjung Pandan pada tanggal 14 Februari 1969, dan mayatnya baru ditemukan tiga hari kemudian.[9][12]

Catatan kaki

  1. ↑ Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat antara 17 February hingga 16 Agustus 1950, setelahnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara

Rujukan

  1. 1 2 3 Kami perkenalkan. Kementerian Penerangan Rep. Indonesia. 1952. hlm. 60.
  2. ↑ Tempo (2010). Aidit: dua wajah Dipa Nusantara. Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 9–10. ISBN 978-979-9102-79-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  3. ↑ Tempo 2010, hlm. 22.
  4. ↑ Tempo 2010, hlm. 25.
  5. ↑ Abdullah, Husnial Husin (1983). Sejarah perjuangan kemerdekaan R.I. di Bangka-Belitung. Karya Unipress. hlm. 267.
  6. ↑ Kepartaian dan parlementaria Indonesia. Kementerian Penerangan. 1954. hlm. 670.
  7. ↑ Seperempat abad Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia. Dewan Perwakilan Rakjat. 1970. hlm. 590.
  8. ↑ Kementerian Penerangan 1954, hlm. 384–385.
  9. 1 2 Tempo 2010, hlm. 47.
  10. ↑ Setiono, Benny G. (2008). Tionghoa Dalam Pusaran Politik. TransMedia. hlm. 700. ISBN 978-979-799-052-7.
  11. ↑ Feith, Herbert (2006). The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Equinox Publishing. hlm. 189. ISBN 978-979-3780-45-0.
  12. ↑ "Ajah DN Aidit Meninggal Dunia". Kompas. 24 Januari 1969. hlm. 1. Diakses tanggal 5 Oktober 2021. Abdullah Aidit, ajah DN Aidit (ketua PKI jang dibubarkan) jang bertempat tinggal di djl. Baro Pangkal Lalang Tandjung-Pandan (Belitung) telah kedapatan meninggal baru2 ini dalam keadaan menjedihkan. Hari Djum'at tgl. 17 Djanuari 1969 kira djam 11.00 siang Nursah isteri dari tetangga Abdullah Aidit{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan