Selasa, 13 Oktober 2026
00:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Abad Baru

Bagikan:

Abad Baru adalah majalah bulanan berbahasa Indonesia yang terbit pertama kali pada 1948. Majalah ini mengusung motto "majalah bulanan merdeka untuk Indonesia". Kantor redaksinya beralamat di Medan, Sumatera Utara. Percetakannya juga dilakukan di Medan oleh Penerbit PAX.[1]

Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan, 1907–2007, Abad Baru adalah majalah kebudayaan yang mengingatkan pada Pudjangga Baru. Hal itu ditilik dari sikap redaksinya tentang apa makna Barat, apa makna Timur, dan bagaimana keduanya berseteru dan bersekutu. Di tengah keriuhan revolusi fisik, Abad Baru menjadi mediator budaya Barat-Timur (Indonesia). Di majalah inilah, dialog dua kebudayaan terjadi.[1]

Abad Baru menerima kiriman prosa dan puisi bole, kecuali yang bertalian dengan politik. Hal itu lantaran redaksi majalah ini tak berafiliasi politik. Meski demikian, semangat zaman dan nasionalisme pada masa revolusi fisik tetap disampaikan secara tersirat.[1]

Tarif langganan majalah ini untuk setengah tahun adalah f4,2. Majalah ini juga dijual eceran dengan harga per edisi f0,7.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Seabad Pers kebangsaan, 1907–2007 (Edisi Cet. 1). Jakarta: I:Boekoe. 2007. hlm. 652–654. ISBN 978-979-1436-02-1. OCLC 289071007.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar Pustaka

  • Rahzen, Taufik; et al. (2007). Seabad Pers Kebangsaan: Bahasa Bangsa, Tanahair Bangsa. Jakarta: I:Boekoe. ISBN 978-979-1436-02-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan