Senin, 19 Oktober 2026
18:48 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
AIM-260 JATM

AIM-260 JATM

Bagikan:
Rudal udara-ke-udara jarak jauh pengganti AIM-120 AMRAAMTemplat:SHORTDESC:Rudal udara-ke-udara jarak jauh pengganti AIM-120 AMRAAM
AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM)
330px-Aim-260a-rendering.webp?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis Rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVRAAM)
Negara asal  Amerika Serikat
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan Direncanakan 2022 (operasional awal)
Digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF)
Angkatan Laut Amerika Serikat (USN)
Sejarah produksi
Tahun 2017 – sekarang
Produsen Lockheed Martin
Spesifikasi
Panjang Sekitar 3,66 m (estimasi, seukuran AIM-120)
Diameter Sekitar 178 mm (estimasi)
Hulu ledak Hulu ledak fragmentasi
Jenis Mesin Motor roket bahan bakar padat (bukan ramjet)
Daya jelajah > 200 km (120 mi) (diperkirakan > AIM-120D)
Kecepatan Diperkirakan Mach 4–5
Sistem
pemandu
Inersia + satelit (fase awal)
Pemandu radar AESA (fase terminal)
Kemungkinan pemandu dual-mode (radar + pencitraan inframerah)
Alat
peluncur
F-22 Raptor, F/A-18E/F Super Hornet, F-35 Lightning II, F-15EX Eagle II

AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM) adalah rudal udara-ke-udara di luar jangkauan visual (BVRAAM) yang sedang dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan Angkatan Laut Amerika Serikat. Rudal ini dirancang untuk menggantikan AIM-120 AMRAAM sebagai senjata andalan dalam pertempuran udara guna menghadapi ancaman dari rudal jarak jauh buatan Tiongkok dan Rusia.[1]

Sejarah

Program AIM-260 JATM dimulai secara diam-diam pada tahun 2017 sebagai respons atas kemunculan rudal PL-15 buatan Tiongkok yang memiliki jangkauan lebih jauh dibandingkan AIM-120D AMRAAM.[1] Brigadir Jenderal Anthony Genatempo, Pejabat Eksekutif Program Senjata Angkatan Udara AS, mengungkapkan keberadaan program ini untuk pertama kalinya pada Juni 2019 dalam wawancara dengan Air Force Magazine dan Aerospace Daily di ajang Life Cycle Industry Days di Wright-Patterson Air Force Base.[1][2]

Menurut pernyataan resmi, kemunculan PL-15 yang menggunakan motor roket dual-pulse pada tahun 2016 menjadi faktor kunci yang mendorong AS untuk memulai pengembangan JATM.[1]

Pada tahun 2017, Kantor Program JATM menunjuk Lockheed Martin sebagai pengembang rudal baru ini. Uji terbang direncanakan dimulai pada tahun 2021, dengan kemampuan operasional awal (initial operational capability) ditargetkan pada tahun 2022.[2]

Desain

Dimensi dan Penyesuaian

AIM-260 dirancang memiliki faktor bentuk (form factor) yang mirip dengan AIM-120 AMRAAM agar dapat diintegrasikan ke dalam ruang senjata internal (internal weapons bay) pesawat siluman seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.[1] Hal ini membatasi panjang rudal sekitar 3,66 meter dan diameter 178 mm, meskipun peningkatan diameter atau massa masih dimungkinkan untuk meningkatkan performa.[2]

Propulsi

Berbeda dengan MBDA Meteor yang menggunakan mesin ramjet, AIM-260 tetap menggunakan motor roket bahan bakar padat (solid-fuel rocket motor) untuk mempertahankan ukuran yang kompak.[1][2] Peningkatan jangkauan dicapai melalui kemajuan teknologi motor roket, material, serta desain hulu ledak yang lebih kecil namun tetap mematikan, sehingga ruang untuk bahan bakar dapat ditambah.[1]

Sistem Pemandu

AIM-260 dilengkapi dengan sistem pemandu yang lebih canggih dibandingkan AIM-120. Beberapa sumber menyebutkan kemungkinan penggunaan pemandu dual-mode (radar aktif AESA + pencitraan inframerah/IIR) yang memberikan ketahanan terhadap gangguan peperangan elektronik (electronic warfare).[1] Jika salah satu sistem terganggu, rudal masih dapat mengandalkan sistem lainnya untuk membidik target.[1]

Rudal ini juga kemungkinan dilengkapi dengan:

  • Autopilot dengan navigasi inersia dan satelit untuk fase jelajah jarak jauh.[2]
  • Data link dua arah (two-way data link) yang memungkinkan pembaruan target di tengah penerbangan, serta kemampuan menyerang target berdasarkan data dari sumber luar (offboard targeting).[1]
  • Kemampuan homing terhadap emisi target (seperti radar musuh) untuk fleksibilitas taktis tambahan.[1]

Performa

Jangkauan AIM-260 diperkirakan melampaui AIM-120D yang memiliki jangkauan sekitar 160 km, dengan target mencapai lebih dari 200 km untuk menyamai atau melampaui PL-15.[2] Kecepatan diperkirakan mencapai Mach 4–5, dengan ketinggian operasional hingga 25–27 km.[2]

Pengembangan dan Pendanaan

Program AIM-260 awalnya merupakan bagian dari upaya pengembangan yang lebih luas, termasuk program Long Range Engagement Weapon (LREW) yang didanai sebesar $7,686 juta pada tahun fiskal 2017 untuk studi kelayakan.[2]

Pada tahun fiskal 2026, Departemen Pertahanan AS mengajukan pendanaan sekitar $1 miliar untuk kelanjutan pengembangan dan produksi awal AIM-260. Rinciannya meliputi:

  • Angkatan Udara AS: $368 juta untuk produksi perdana JATM dan tambahan $300 juta untuk produksi lanjutan.
  • Angkatan Laut AS: $301 juta untuk produksi AIM-260.[3]

Platform Peluncur

F-22 Raptor dan F/A-18E/F Super Hornet menjadi platform pertama yang akan membawa AIM-260. Setelah itu, integrasi dengan berbagai varian F-35 Lightning II akan dilakukan, serta kemungkinan pada pesawat generasi berikutnya seperti F-15EX Eagle II dan program Next-Generation Air Dominance (NGAD).[1]

Produksi AIM-120 AMRAAM direncanakan akan dihentikan secara bertahap seiring meningkatnya produksi JATM, dengan penghentian total diperkirakan pada tahun 2026.[2]

Perbandingan dengan Rudal Lain

Pengembangan AIM-260 didorong oleh kebutuhan untuk mengimbangi kemajuan rudal Tiongkok (PL-15 dan PL-21) serta Rusia (K-77M). Dalam konflik India-Pakistan pada Mei 2025, efektivitas PL-15 yang digunakan Pakistan disebut-sebut menjadi faktor penting yang mendorong percepatan pengembangan dan produksi AIM-260.[3]

Perbandingan rudal BVRAAM
RudalJangkauanStatus
AIM-120D AMRAAM~160 kmBeroperasi, akan digantikan
AIM-260 JATM>200 km (estimasi)Dalam pengembangan
PL-15 (Tiongkok)>200 kmBeroperasi
MBDA Meteor (Eropa)>200 kmBeroperasi

Lihat Juga

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Meet The AIM-260, The Air Force And Navy's Future Long-Range Air-To-Air Missile". The War Zone. 21 Juni 2019. Diakses tanggal 26 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM) / LREW (long-range engagement weapon)". GlobalSecurity.org. Diakses tanggal 26 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "The Pentagon Wants Another $1 Billion for the AIM-260 JATM Missile. Why?". The National Interest. 26 Agustus 2025. Diakses tanggal 26 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

1–50
51–100
101–150
151–200
201–
Tidak digolongkan


Ikon rintisan

Artikel bertopik peluru kendali ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan