Selasa, 03 November 2026
11:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
A. Sarosa

A. Sarosa

Aktor asal Indonesia (1918–1975)

Bagikan:

Ali Sarosa lebih dikenal dengan nama panggung A. Sarosa (20 Februari 1918 - 19 November 1975) adalah seorang aktor film Indonesia pada era 40an hingga 50an. Ia mulai bekerja sebagai Pemegang Buku pada Alg. Centrale Bank, di Bandung. Pada tahun 1937 Ali Sarosa pindah keperusahaan dagang Lindeman & Co. Sejak kecil sudah senang main sandiwara kadang-kadang dengan kain ibu-nya sebagai layar.[1][2]

A. Sarosa
250px-A_Sarosa%2C_Film_Varia_2.2_%28February_1955%29%2C_p20.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A. Sarosa, 1955
Lahir
Ali Sarosa

(1918-02-20)20 Februari 1918
Meninggal19 November 1975(1975-11-19) (umur 57)
Nama lainA Sarosa, AS Rosa
PendidikanMeer Uitgebreid Lager Onderwijs
PekerjaanAktor
Masa aktif1941-1957
Pasangan menikahKomalasari
Ellya Rosa
Anak6

Biografi

Ali Sarosa lahir pada tanggal 20 Februari 1918 di Banyumas, Jawa Tengah. Beliau menyelesaikan pendidikannya di MULO dan mulai mengambil kursus pustakawan/memegang buku.

250px-Cast_of_Air_Mata_Iboe_Perjatoeran_Doenia_Dec_1941_p30.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto para pemeran Air Mata Iboe (1941) yaitu Soerip, Soeina, Titing, Soelami, Ning-Nong Soelastri, Fifi Young, Ali Jugo, Rd. Ismail, Rd. Koesbini, A. Sarosa, S. Poniman, Algedrie dan Alatas.

Beliau mulai bekerja sebagai Pemegang Buku pada Alg. Centrale Bank, di Bandung, pada tahun 1937 Ali Sarosa pindah ke perusahaan dagang Lindeman & Co. Sejak kecil sudah senang main sandiwara kadang-kadang dengan kain ibunya sebagai layar.

250px-A_Sarosa_and_Farida_in_Gambang_Semarang_Film_Varia_Jan_1956_p16.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A. Sarosa dan Farida Arriany dalam adegan film Gambang Semarang (1955)

Ketika Fred Young mengadakan kontes untuk memilih calon pemain film dari kalangan pemuda lulusan sekolah menengah, A. Sarosa ikut dan terpilih bersama Chatir Harro. Film pertamanya Djantoeng Hati (1940).

Di masa pendudukan Jepang ia ikut main dalam rombongan sandiwara Nusantara pimpinan Ali Yugo. Dalam rombongan itu ia mendapat kesempatan memegang hampir semua peranan utama. Ketika pecah revolusi, ia ikut berjuang di daerah sekitar Sumedang. Tahun 1950 ia kembali main film. Film yang terakhir adalah Apa Jang Kunanti (1957).

Sarosa menikah dengan Komalasari, seorang aktris, yang 13 tahun lebih muda darinya. Mereka memiliki dua anak. Setelah berpisah dengan Komalasari, ia menikah lagi dengan Ellya Rosa.

A. Sarosa meninggal dunia pada 19 November 1975 di usia 57 tahun di Jakarta, Indonesia.

Filmografi[3]

Referensi

  1. ↑ "IdFilmCenter". www.indonesianfilmcenter.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-06-11.
  2. ↑ "Ali Sarosa". www.filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2024-06-11.
  3. ↑ "Ali Sarosa - Filmografi". www.filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2024-06-11.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan