Senin, 21 September 2026
12:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Kusbini

Kusbini

Koesbini
250px-Koesbini_in_1965.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1910-01-01)1 Januari 1910
Meninggal28 Februari 1991(1991-02-28) (umur 81)
PekerjaanMusisi

Kusbini (1 Januari 1910  28 Februari 1991) adalah tokoh musik keroncong era 1930 - 1955 yang legendaris, bersama Annie Landouw, Gesang, S. Abdoellah, Miss Roekiah, dll.[1]

Latar belakang

250px-R_Koesbini_in_Djantoeng_Hati_Pertjatoeran_Doenia_Nov_1941_p44.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
R. Kusbini di Djantoeng Hati Pertjatoeran Doenia, November 1941.

Ia lahir di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur.[2] Pada era "Keroncong Abadi" (1920 - 1960), ia merupakan tokoh penyanyi dan komponis Indonesia. Pada era sekitar tahun 1937 - 1942, ia aktif dalam menyanyi dan bermain musik keroncong bersama Annie Landouw, S. Abdoellah, Gesang. Pada masa Hindia Belanda, ia menuliskan kembali (transkrip) lagu keroncong Telomoyo, Moresko, Nina Bobo, dll. Namun juga mencipta lagu Kr. Purbakala.[3]

Tahun 1942–1978

Pada tahun 1945–1952, ia menciptakan lagu perjuangan bersama C.Simanjuntak, Ismail Marzuki, L. Manik, dll. Pada tahun 1950, ia kemudian bekerja di P&K Yogyakarta untuk urusan musik. Ia juga merupakan tokoh pendiri SMINDO 1954 (Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta milik Pemerintah—yang kemudian menjadi AMI dan ISI Yogyakarta). Selain itu, ia mendirikan SOSI (Sekolah Olah Seni Indonesia) yang sekarang diasuh dan diteruskan oleh anak-anaknya. Lagunya "Bagimu Negeri" merupakan lagu wajib perjuangan yang diciptkannya pada tahun 1942 dan ditetapkan sebagai lagu nasional pada tahun 1960. Awal penciptaan lagu tersebut bermula ketika Kusbini bertemu dengan Bung Karno yang bertanya padanya mengenai gagasan menciptakan sebuah lagu perjuangan dan saat itu juga Kusbini langsung menyetujuinya. Kusbini mengartikan "Negeri" sebagai Negara (Neg), ia sengaja menyelubungkan pesan perjuangan ini karena Jepang tidak menyukai segala hal yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan. Sebelum dikumandangkan secara resmi, lagunya itu mengalami perubahan syair beberapa kali kemudian Ibu Sud menyanyikannya untuk pertama kali melalui Hoso Kanri Kyoku.

Pada tahun 1978, Kusbini digugat oleh J. Semadi yang mengaku sebagai pencipta lagu Padamu Negeri. Saat itu, Kusbini dituduh membajak. Perkara ini sempat menimbulkan suasana rumit (polemik) di pengadilan, tetapi akhirnya berakhir dengan kemenangan Kusbini.

Pemilihan bintang radio

Pada tahun sekitar 1952 - 1956, pihak RRI (Radio Republik Indonesia) menyelenggarakan Pemilihan Bintang Radio dan juga Lagu Keroncong, ia memenangkan pemilihan lagu keroncong, yaitu Kr. Pastoral.

Akhir hayat

Dimasa - masa tuanya Kusbini menulis beberapa buku, antara lain:

  1. Kumpulan lagu - lagu keroncong Indonesia
  2. Sejarah seni musik keroncong Indonesia
  3. Biktat gitar
  4. Diktat vokal
  5. Teori musik
  6. Diktat viool, dan
  7. Pelajaran bass

Di samping hal tersebut beberapa penghargaan yang diterima yaitu:

  1. Pembina Musik Keroncong Indonesia (P dan K tahun 1972)
  2. Medali Arati Bayangkara (dari Korwil II, tahun 1976)

Memang tidak banyak yang tahu tentangnya, sehingga ia meninggal tidak banyak yang tahu jasanya sebagai tokoh musik di Indonesia dan penulis buku terutama yang menyangkut tentang musik. Namun setelah ia meninggal Pemda Yogyakarta memberi nama Jl. Jetishardjo menjadi Jl. Kusbini. TV Yogyakarta baru-baru ini membuat film pendek mengenai riwayat hidupnya.

Referensi

  1. Media, Kompas Cyber (2022-02-24). "Biografi Kusbini, Pencipta Lagu Bagimu Negeri". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-21.
  2. Ensiklopedi tokoh kebudayaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. 1995. hlm. 159. ISBN 978-979-9335-10-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Daftar nama Kecamatan, Kelurahan, Desa, Kota dan Kabupaten di Mojokerto

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan