Senin, 19 Oktober 2026
17:40 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Plot 20 Juli

Plot 20 Juli

Usaha pembunuhan Adolf Hitler (1944)

Bagikan:
Plot 20 Juli
Bagian dari percobaan pembunuhan Adolf Hitler dan perlawanan Jerman terhadap Nazisme
330px-Bundesarchiv_Bild_146-1972-025-10%2C_Hitler-Attentat%2C_20._Juli_1944.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martin Bormann, Hermann Göring, dan Bruno Loerzer sedang memeriksa ruang konferensi yang rusak
Wolfsschanze di Jerman
Wolfsschanze
Wolfsschanze
Lokasi percobaan pembunuhan terhadap Hitler
JenisKudeta
LokasiBeberapa, termasuk Wolfsschanze, Prusia Timur
54°04′50″N 21°29′47″E / 54.08056°N 21.49639°E / 54.08056; 21.49639
Tujuan
TanggalJuli 20, 1944;82 tahun lalu (1944-07-20)
Dieksekusi oleh
Hasil
  • Hitler selamat dengan luka-luka ringan
  • Kudeta militer gagal dalam waktu 5 jam
  • 7.000 orang ditangkap; 4.980 orang dieksekusi, termasuk 200 orang yang terlibat dalam konspirasi
  • Salam militer tradisional sepenuhnya digantikan oleh Hormat Nazi
Korban4 tewas, 20 cedera

Plot 20 Juli, yang kadang-kadang disebut sebagai Operasi Valkyrie (Jerman: Unternehmen Walküre), adalah upaya gagal untuk membunuh Adolf Hitler, diktator Jerman Nazi, dan menggulingkan pemerintahan Nazi pada 20 Juli 1944. Para pelaku konspirasi adalah bagian dari gerakan perlawanan Jerman, yang sebagian besar terdiri dari perwira Wehrmacht.[1][2] Dalang utama konspirasi tersebut, Claus von Stauffenberg, mencoba membunuh Hitler dengan meledakkan bahan peledak yang disembunyikan di dalam sebuah koper. Namun, karena lokasi bom pada saat peledakan, ledakan tersebut hanya menyebabkan luka ringan pada Hitler. Upaya kudeta selanjutnya dari para perencana juga gagal dan mengakibatkan pembersihan di Wehrmacht.

Mayor Claus von Stauffenberg kini muncul sebagai pemimpin kelompok yang melawan kekuasaan Nazi. Pada 1942, ia memutuskan untuk membunuh Hitler. Ia diikuti oleh Wilhelm Canaris, Carl Goerdeler, Julius Leber, Ulrich Hassell, Hans Oster, Peter von Wartenburg, Henning von Tresckow, Friedrich Olbricht, Werner von Haeften, Fabian Schlabrendorft, Ludwig Beck, dan Erwin von Witzleben.

Direncanakan bahwa setelah Adolf Hitler, Hermann Goering, dan Heinrich Himmler terbunuh, pasukan di Berlin akan merampas bangunan, telepon, pusat persinyalan, dan stasiun radio pemerintah.

Sedikitnya 6 percobaan digagalkan sebelum Claus von Stauffenberg memutuskan percobaan kembali selama konferensi yang diadili oleh Hitler pada 20 Juli 1944. Diputuskan untuk membatalkan rencana membunuh Hermann Goring dan Himmler di saat yang sama. Stauffenberg, yang tak pernah bertemu Hitler sebelumnya, membawa bom dalam tas dan menempatkannya di lantai saat ia meninggalkannya untuk menelepon. Bom meledak dan membunuh 4 lelaki di pondok itu. Lengan kanan Hitler luka parah, tetapi ia tetap hidup dari ledakan bom itu.

Tujuan rencana itu adalah agar Ludwig Beck, Erwin von Witzleben, dan Friedrich Fromm mengambil pengawasan Pasukan Jerman. Gagasan ini ditinggalkan saat muncul kabar Hitler telah selamat dari percobaan pembunuhan. Dalam percobaan untuk melindungi dirinya sendiri, Fromm mengorganisasi hukuman mati Claus von Stauffenberg bersama dengan dua konspirator lainnya, Friedrich Olbricht dan Werner von Haeften, di halaman gedung Kementerian Perang yang dikelilingi tembok. Kemudian dilaporkan Stauffenberg mati sambil berteriak "Hidup Jerman yang bebas!"

Sebagai akibat Plot 20 Juli, kepala staf yang baru, Heinz Guderian, menuntut pengunduran diri tiap pejabat yang tak sungguh-sungguh mendukung cita-cita Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei. Lebih dari beberapa tahun berikutnya, Guderian duduk dengan Gerd von Rundstedt dan Wilhelm Keitel di Pengadilan Kehormatan Tentara yang mengusir ratusan perwira yang dicurigai sedang melawan kebijakan Adolf Hitler. Ini memindahkan mereka dari yuridiksi pengadilan perang dan menyerahkan mereka pada Roland Freisler dan Pengadilan Rakyat-nya.

Lebih dari beberapa bulan berikutnya, kebanyakan kelompok itu, termasuk Wilhelm Canaris, Carl Goerdeler, Julius Leber, Ulrich Hassell, Hans Oster, Peter von Wartenburg, Henning von Tresckow, Ludwig Beck, Erwin von Witzleben, Friedrich Fromm, Dan Erwin Rommel dihukum mati atau bunuh diri.

Diperkirakan bahwa 4.980 orang Jerman dihukum mati setelah Plot 20 Juli. Hitler memutuskan bahwa mereka harus mengalami proses kematian yang lambat. Mereka digantung dengan kawat piano dari cantelan daging. Hukuman mati mereka difilmkan dan kemudian ditampilkan di hadapan para anggota senior NSDAP dan Angkatan Bersenjata Jerman.

Referensi

Blibiografi

  1. ↑ Kahn, Arthur D. (2003). "2 We do Not Call Upon the Germans to Revolt fall 1944". Experiment in Occupation. Penn State University Press. hlm. 13–20. doi:10.1515/9780271022758-005. ISBN 978-0-271-02275-8.
  2. ↑ Office of United States Chief of Counsel for Prosecution of Axis Criminality (1948). Nazi Conspiracy and Aggression. Supplement B. United States Government Printing Office. hlm. 1688.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan