Senin, 02 November 2026
11:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Werner von Haeften

Werner von Haeften

Bagikan:
Werner von Haeften
250px-Bundesarchiv_Bild_146III-347%2C_Werner_Karl_v._Haeften.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PengabdianJerman
Dinas/cabangWehrmacht
Lama dinas1939–1944
PangkatOberleutnant
Perang/pertempuranPerang Dunia Kedua

Werner Karl von Haeften (9 Oktober 1908 – 21 Juli 1944) adalah seorang Oberleutnant di Wehrmacht. Ia mengambil bagian dalam konspirasi melawan Adolf Hitler yang dikenal sebagai Plot 20 Juli.

Kehidupan Pribadi

Haeften dan saudaranya, Hans lahir di Berlin dari Hans von Haeften, seorang perwira tentara dan Presiden Reichsarchiv. Ia belajar hukum di kota kelahirannya dan kemudian bekerja pada sebuah bank di Hamburg sampai pecahnya Perang Dunia II, ketika ia bergabung dengan tentara Jerman.

Perang Dunia Kedua

Pada tahun 1943, setelah pulih dari luka parah di Front Timur, Haeften menjadi ajudan Oberstleutnant Claus von Stauffenberg, salah satu tokoh terkemuka dalam Kelompok Perlawanan Jerman.

Pada tanggal 20 Juli 1944, Haeften mendampingi Stauffenberg pergi ke Rastenburg, Prusia Timur untuk menghadiri rapat yang dihadiri oleh Hitler. Lalu mereka berdua menyalakan bom di Wolfsschanze. Setelah ledakan, mereka bergegas pergi ke Berlin dan tidak tahu bahwa Hitler selamat dari ledakan bom. Haeften dan Stauffenberg lalu melaksanakan kudeta dan kudeta itu akhirnya gagal.

Malam harinya, Haeften, Stauffenberg dan beberapa konspirator lain seperti General der Infanterie Friedrich Olbricht dan Oberst Mertz von Quirnheim ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh GeneralOberst Friedrich Fromm untuk menutupi keterlibatan Fromm. Keempatnya ditembak mati oleh regu tembak di dalam Bendlerblock yang dikelilingi tembok. Saat giliran Stauffenberg tiba, Haeften menempatkan dirinya di jalur tembakan untuk melindungi Stauffenberg.

Saudara Haeften, Hans dieksekusi pada tanggal 15 Agustus di Penjara Plötzensee.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan