Jakarta sebagai kota metropolitan terus berbenah dalam sistem transportasi publiknya. Salah satu simpul penting adalah kawasan Manggarai, yang menjadi titik temu berbagai moda transportasi. Dalam upaya mengintegrasikan layanan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, pembangunan Stasiun LRT Manggarai menarik perhatian publik karena strukturnya yang menjulang tinggi, memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik desain tersebut.
Menjawab rasa penasaran tersebut, Jakpro melalui VP Corporate Secretary Muhamad Alfin Rinaldyansyah, menjelaskan bahwa ketinggian Stasiun LRT Jakarta Manggarai merupakan hasil dari perencanaan matang dan kajian teknis yang telah ditetapkan sejak awal proyek. Desain ini bukan keputusan sembarangan, melainkan perhitungan cermat untuk memastikan fungsionalitas dan keamanan.
Alfin lebih lanjut memaparkan, posisi strategis Stasiun LRT Manggarai yang berada tepat di atas jalur kereta api double track menjadi faktor penentu utama. Penyesuaian struktur LRT dengan kondisi lapangan ini krusial. Tujuannya adalah untuk memenuhi standar keselamatan yang ketat dan memastikan adanya jarak bebas atau clearance yang memadai antara jalur LRT dengan jalur kereta api konvensional yang beroperasi di bawahnya.
Dengan penyesuaian ketinggian yang signifikan ini, Jakpro menjamin bahwa operasional LRT Jakarta dapat berjalan dengan aman dan nyaman, tanpa sedikit pun mengganggu perjalanan kereta api yang melintas di jalur bawah. Ketinggian jalur layang di kawasan Manggarai sendiri bervariasi, berkisar antara 28 hingga 36 meter, menunjukkan kompleksitas rekayasa yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur ini.
Konsekuensi dari desain yang menjulang ini adalah Stasiun LRT Manggarai memiliki tiga lantai. Bagi penumpang, hal ini berarti perlu mengatur waktu perjalanan dengan cermat agar tidak tertinggal kereta. Pengalaman perjalanan di dalam stasiun pun menjadi unik, menuntut sedikit usaha lebih untuk mencapai peron.
Sebuah simulasi perjalanan yang dilakukan pada Kamis, 17 September 2026, menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan penumpang untuk mencapai peron Stasiun LRT Manggarai dari lantai dasar adalah sekitar 4 menit. Perjalanan dimulai dengan naik eskalator pertama dari area luar stasiun menuju lantai dasar, tempat gerbang tiket berada. Setelah itu, penumpang harus melanjutkan dengan tiga kali naik eskalator lagi untuk mencapai peron.
Meskipun demikian, aksesibilitas tetap menjadi prioritas. Bagi penumpang prioritas seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas, tersedia fasilitas lift yang dapat digunakan langsung dari lantai dasar untuk naik dan turun peron. Ini memastikan bahwa desain tinggi stasiun tidak mengurangi kemudahan akses bagi semua kalangan masyarakat.