Kamis, 24 September 2026
06:54 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Avedis Zildjian Company

Avedis Zildjian Company

Perusahaan pembuat simbal Amerika Serikat

Avedis Zildjian Company
250px-Zildjian_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisSwasta
IndustrIAlat musik
DidirikanKonstantinopel, Kesultanan Utsmaniyah (1623;403 tahun lalu (1623))
PendiriAvedis Zildjian
Kantor pusat
Norwell, Massachusetts, Amerika Serikat
Tokoh kunci
ProdukSimbal, stik drum
Pemilik
  • Craigie Zildjian, CEO
  • Debbie Zildjian

Avedis Zildjian Company (/ˈzɪlən,-iən/),[1] adalah perusahaan pembuat simbal Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan di Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki) oleh Avedis Zildjian pada abad ke-17, dan sekarang berkantor pusat di Norwell, Massachusetts. Zildjian tercatat sebagai salah satu perusahaan tertua di dunia, hampir berumur empat ratus tahun. Zildjian juga menjual aksesori yang terkait dengan drumset, seperti stik drum dan tiang-tiang simbal. Perusahaan ini merupakan perusahaan simbal terbesar di dunia.[2][3][4][5][6]

Pada tanggal 20 Desember 2010, Avedis Zildjian Company mengumumkan telah bergabung dengan Vic Firth, Inc.[7] Dengan terbitnya pengumuman tersebut, kedua perusahaan akan beroperasi secara mandiri.

Sejarah

Asal usul

250px-Zildjian_a_18_inch_china_cymbal.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh simbal Zildjian

Simbal Zildjian pertama kalinya dibuat pada tahun 1618 oleh Avedis Zildjian,[8] seorang alkimiawan Armenia yang menemukan cara mengubah logam menjadi seperti emas. Ia membuat logam paduan (aloi) dari campuran timah, tembaga, dan perak menjadi selembar logam, yang bisa membuat suara musik tanpa mengalami kerusakan/pecah pada logam tersebut.[9] Sultan Muda Osman II dari Utsmaniyah memberinya nama Zildjian (Zilciyân)[10] (zil adalah bahasa Turki untuk "simbal," ci berarti "pembuat", dan ian adalah akhiran nama diri Armenia yang berarti "anak"), dan pada 1623 memberi izin meninggalkan istana untuk memulai bisnisnya sendiri di pinggiran kota Konstantinopel bernama Psamatia.[11]

Zildjian banyak memproduksi simbal untuk mehter, kelompok drumben militer Utsmaniyah yang terdiri dari alat musik tiup dan perkusi, milik Yanisari. Ensembel Mehter, yang dikenal di Barat karena ikut bermain musik dalam peperangan, juga membawakan musik kerajaan untuk penguasa Ottoman.[8][12][13] Zildjan kemungkinan juga membuat alat musik untuk gereja-gereja Yunani dan Armenia, para darwis sufi, dan penari perut dari harem Ottoman, yang mengenakan simbal kecil di jari tangannya.

Pada tahun 1850, Avedis II membuat kapal sekunar sepanjang 25 kaki, untuk mengangkut simbal yang diproduksi di Konstantinopel untuk dipamerkan seperti di Pameran Besar di London,[8] dan untuk memasok kebutuhan musisi di Eropa.[14][15]

Tahun 1865 Avedis II meninggal, dan saudaranya Kerope II mengambil alih perusahaan.[16] Ia memperkenalkan jajaran alat musik yang disebut K Zildjian, yang digunakan oleh musisi klasik hingga hari ini.[8][17] Kerope II meninggal pada tahun 1909 di Konstantinopel.

Pada akhir abad ke-19, Aram Zildjian selaku kepala keluarga, terpaksa melarikan diri ke Bukares karena situasi politik yang tidak mendukung.[18] Di sana, ia mendirikan pabrik kedua, sementara putri Kerope I, Victoria, mengelola pabrik lama Konstantinopel. Situasi ini berlanjut hingga sekitar tahun 1927.[15][10]

Abad ke-20

Pada 1910, Avedis III dan keluarganya meninggalkan Turki karena ketidakstabilan hubungan Turki dengan Armenia. Keluarga Zildjian akhirnya menetap di Boston, Massachusetts.[19]

Sekitar tahun 1928, Avedis III, saudaranya Puzant, dan pamannya Aram Zildjian mulai membuat simbal di Quincy, Massachusetts,[20][21] dan Avedis Zildjian Company dibentuk setahun sesudahnya.[22]

Avedis III mencari drummer jazz seperti Gene Krupa untuk mempelajari kebutuhan mereka.[23] Simbal baru yang ia kembangkan lalu diadopsi oleh musisi swing dan selanjutnya bebop, menjadi peletak dasar sejarah drumset modern dan teknik permainannya.[8]

Pangsa pasar simbal Zidjian meningkat setelah drummer The Beatles, Ringo Starr menggunakan produk Zildjian dalam penampilan grup musik tersebut di The Ed Sullivan Show.[24]

Pada tahun 1968, Avedis membagi unit produksinya menjadi dua, dengan membuka pabrik Azco di Meductic, New Brunswick, Kanada.[25]

Pada tahun 1975, Zildjian Company mulai membuat simbal seri K. Zildjian di pabrik Azco.[26] Simbal ini dibuat sampai 1979. Kira-kira empat tahun sesudahnya (1980), semua simbal seri K dibuat di pabrik Norwell, AS, karena resep produksinya harus diawasi ketat. Armand bekerja dengan teman-temannya, drummer Elvin Jones dan Tony Williams untuk meluncurkan kembali Seri K.

Pada awal 1977, Armand Zildjian diangkat sebagai direktur utama Avedis Zildjian Company oleh ayahnya.[27] Sayangnya, saudara Armand, Robert Zildjian mengalami perselisihan hingga pada tahun 1981, Robert berpisah dengan membuat perusahaan baru, Sabian, di pabrik Azco, Kanada.[28]

Saat ini

Pada tahun 2003, Armand meninggal pada usia 83 tahun. Resep aloi Zildjian diteruskan kepada putrinya, Craigie dan Debbie (generasi ke-14), yang keduanya terus menjalankan bisnis keluarga dari pabrik saat ini di Norwell, Massachusetts.[27][29]

Di luar produksi simbal, Avedis Zildjian Company juga memproduksi produk-produk keperluan drumset seperti stik drum dan aksesoris lainnya. Pada 2012, Avedis Zildjian Company merayakan ulang tahunnya yang ke-390.[30] Pada 2016, Avedis Zildjian Company mengangkat Neil Larrivee menjadi wakil presiden.

Lihat pula

  • Sabian - produsen simbal yang didirikan oleh Robert Zildjian setelah perselisihan di keluarganya

Referensi

  1. "Pronunciation of zildjian". howjsay.com. Diakses tanggal 2010-12-21.
  2. Robert Kreitner, Carlene M. Cassidy (2011). Management (Edisi 12th). Mason, OH: South-Western Cengage. hlm. 35. ISBN 9781111221362. Company, based in Norwell, Massachusetts, is the largest cymbal maker in the world and the oldest continuously family-run business in the United States.
  3. Lamb, Charles W. (2002). The Subject is Marketing (Edisi 2nd Canadian). Scarborough, Ont.: Nelson Thomson Learning. hlm. 26. ISBN 9780176169558. Avedis Zildjian of Norwell, Massachusetts, can trace its history back to 1623 in Constantinople. It is the world's largest maker of cymbals for drummers and musicians.
  4. Newsweek, Volume 71, Issues 1-9, 1968, p. 71 "As the only producer of cymbals in the U.S., the Zildjian company dominates a world market rapidly expanding with the proliferation of per- cussionary rock 'n' roll bands."
  5. The Music Trades, Volume 135, Issues 1-6, p. 90 "Maintaining its position as the world's largest cymbal producer, the Avedis Zildjian Company has announced an exciting joint venture with Barcus-Berry, Inc."
  6. "Robert Zildjian Dead: Founder Of Sabian Cymbal Company Dies At 89". The Huffington Post. 29 Maret 2013. Diakses tanggal 25 Mei 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Vic Firth Company and Avedis Zildjian Company Announce Merger". VicFirth.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-22. Diakses tanggal 2010-12-21.
  8. 1 2 3 4 5 Lara Pellegrinelli (Ags 3, 2018). "A Family's 400-Year-Old Musical Secret Still Rings True". New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-04.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Charles C. Sharpe (1 November 1999). Patent, Trademark, and Copyright Searching on the Internet. McFarland. hlm. 71–. ISBN 978-0-7864-6261-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 "About Zildjian". 22 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Down Beat. Maher Publications. 1977.
  12. The Middle East. IC Publications Limited. 1986.
  13. SPIN Media LLC (Mei 1989). SPIN. SPIN Media LLC. hlm. 19–. ISSN 0886-3032.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. The School Musician Director and Teacher. Ammark Publishing Company. 1973.
  15. 1 2 Dev Patnaik; Peter Mortensen (2009). Wired to Care: How Companies Prosper when They Create Widespread Empathy. FT Press. hlm. 52–. ISBN 978-0-13-714234-7.
  16. Percussive Notes. Percussive Arts Society. 2008.
  17. The Trade-mark Reporter. United States Trademark Association. 1953.
  18. Woodwind World-brass & Percussion. Evans Publications. 1975.
  19. Anwar, Syed Tariq; Anwar, Susan Martin (September 2011). "Evolution of entrepreneurship and organizational configurations at Zildjian, 1623–2010". Journal of International Entrepreneurship;. 9 (3): 128. doi:10.1007/s10843-011-0076-z.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Percussive Notes. Percussive Arts Society. 1965.
  21. Music Trades. Music Trades Corporation. 1983.
  22. The United States Patents Quarterly. Associated Industry Publications. 1957.
  23. Modern Drummer: MD. Modern Drummer Publications. 2001.
  24. "Last week's trivia answer". Florida Weekly. Juni 26, 2019. Diakses tanggal Juli 4, 2019 via The Motley Fool.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. James Holland (16 September 2005). Practical Percussion: A Guide to the Instruments and Their Sources. Scarecrow Press. hlm. 84ff. ISBN 978-1-4616-7063-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Modern Drummer: MD. Modern Drummer Publications. 1992.
  27. 1 2 "Armand Zildjian, 81, Led Cymbal Company". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-05. Diakses tanggal 2019-09-03.
  28. "Robert Zildjian Robert Zildjian, who has died aged 89". Telegraph. Telegraph.{{cite web}}: |url= tidak ada atau kosong
  29. "How a 390-year-old family business avoids layoffs".
  30. "The Avedis Zildjian Company Announces its 390th Anniversary". E Musician. Emusician. Diakses tanggal 5 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan