Minggu, 25 Oktober 2026
10:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Zhao Erfeng

Zhao Erfeng

Bagikan:
Zhao Erfeng
趙爾豐
250px-P.16c_Chao_Erh-feng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zhao Erfeng
Amban Tibet
Masa jabatan
1908–1911
Penguasa monarkiKaisar Xuantong
PendahuluLien Yu
PenggantiJabatan dihapus
Informasi pribadi
Lahir1845 (1845)
Meninggal1911 (umur 65–66)
Sebab kematianDipenggal
Karier militer
Pihak Dinasti Qing
SatuanDelapan Panji
Pertempuran/perangPemberontakan Batang, Ekspedisi Tiongkok ke Tibet (1910), Revolusi Xinhai
Zhao Erfeng
Hanzi tradisional: 趙爾豊
Hanzi sederhana: 赵尔丰
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhào Ěrfēng
- Wade-Giles: Chao Erh-feng
Jihe
(courtesy name)
Hanzi: 季和
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Jìhé
- Wade-Giles: Chi-ho
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Zhao.

Zhao Erfeng (1845–1911), nama kehormatan Jihe, adalah seorang pejabat Dinasti Qing dan Panji Tiongkok, yang termasuk dalam Panji Biru Murni. Ia dikenal sebagai amban terakhir di Tibet, diangkat pada Maret 1908 menggantikan Lien Yu, seorang Manchu. Sebelumnya, Zhao pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kereta Api Sichuan - Hubei dan pelaksana tugas Raja Muda provinsi Sichuan, Zhao merupakan jenderal Tiongkok yang banyak difitnah pada akhir era kekaisaran Qing, dia memimpin kampanye militer di seluruh wilayah Kham (Tibet timur) dan akhirnya mencapai Lhasa pada tahun 1910, sehingga ia mendapat julukan "Penjagal Kham"[1] dan "Zhao si tukang jagal" (Hanzi:赵屠户, Zhào túhù ) karena telah membunuh lebih dari 3.000 orang tak bersalah di county Gulin.[2][3]

Penangkapan dan kematiannya

250px-%E8%B5%B5%E5%B0%94%E4%B8%B0%E8%A2%AB%E5%A4%84%E5%86%B3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eksekusi Zhao Erfeng pada 1911 setelah penangkapannya selama Revolusi Xinhai.

Pada tahun 1911, Zhao Erfeng yang saat itu menjabat sebagai Raja Muda Sichuan, menghadapi pemberontakan di wilayahnya. Menurut Han Suyin, masalah utamanya adalah kendali atas rencana jalur kereta api yang akan menghubungkan Sichuan dengan seluruh Tiongkok.[4] Peristiwa ini menjadi adalah latar belakang Pemberontakan Wuchang, awal dari Revolusi Tiongkok 1911. Setelah memerangi pemberontak pada 22 Desember 1911, ia ditangkap dan dipenggal oleh pasukan Revolusioner Republik Tiongkok yang berniat menggulingkan dinasti Qing.[5][6]

Sebelum kematiannya, Zhao berusaha mengumpulkan pasukan Qing yang berada di perbatasan Sichuan-Tibet untuk berangkat menuju Chengdu. Di sisi lain,dia sendiri membuat kompromi dengan pasukan republik seolah-olah dia akan menyerahkan kekuasaannya tanpa kekerasan. Ketika bala bantuan Qing dari Ya'an mendekati Chengdu, kepala pasukan republik Yin Changheng memerintahkan Zhao untuk dieksekusi.[7]

Zhao Erfeng adalah adik dari Zhao Erxun, yang juga merupakan tokoh penting pada tahun-tahun terakhir Kekaisaran Qing.

Referensi

  1. ↑ Tsering Shakya, "The Thirteenth Dalai Lama, Tubten Gyatso" Treasury of Lives, accessed May 11, 2021
  2. ↑ Arpi, Claude. The Fate of Tibet. Har-Anand Publications.
  3. ↑ 赵尔丰及其巴塘经营[pranala nonaktif permanen] (Zhao Erfeng and his Batang management), cnki.com.cn. (Author not specified): 'When Zhao Erfeng took office at the Yongning Daotai in the Xuyong Hall of Sichuan, he had murdered more than 3,000 innocent people in Gulin County, and from then on he became famous as "Zhao Tuhu".' (machine translation)
  4. ↑ Thomson, John Stuart (1913). China Revolutionized. Indianapolis: Bobbs-Merrill. hlm. 436. OCLC 411755. Diakses tanggal 2010-10-11. chao ehr feng tibet against the republicans.
  5. ↑ In The Crippled Tree by Han Suyin, the Wade-Giles spelling of his name, Chao Erfeng, was used.
  6. ↑ Thomson, John Stuart (1913). China Revolutionized. Indianapolis: Bobbs-Merrill. hlm. 35. OCLC 411755. Diakses tanggal 2010-10-11. chao decapitated.
  7. ↑ 辛亥波涛:纪念辛亥革命暨四川保路运动一百周年文集. Chengdu: Esphere Media. 2015. hlm. 232, 233. ISBN 9787545505191.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan