Jumat, 16 Oktober 2026
03:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Zaman Edo

Zaman Edo

Bagikan:
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Jepang
330px-The_Great_Wave_off_Kanagawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Periode
Paleolitiksebelum 14.000 SM
Jōmon14.000–300 SM
Yayoi300 SM – 250 M
Kofun250–538
Asuka538–710
Nara710–794
794–1185
1185–1333
1336–1573
1573–1603
1603–1868
1868–1912
1912–1926
Shōwa 1926–1989
1989–2019
2019–sekarang

Zaman Edo (江戸時代, edo jidai) (1603 - 1867) adalah salah satu pembagian periode dalam sejarah Jepang yang dimulai sejak shogun pertama Tokugawa Ieyasu mendirikan Keshogunan Tokugawa di Edo yang berakhir dengan pemulihan kekuasaan kaisar (大政奉還, taisei hōkan) dari tangan Shogun terakhir Tokugawa Yoshinobu sekaligus mengakhiri kekuasan Keshogunan Tokugawa yang berlangsung selama 264 tahun. Zaman Edo juga disebut sebagai awal zaman modern di Jepang.

Zaman Edo (江戸時代, Edo jidai), juga dikenal sebagai Zaman Tokugawa (徳川時代, Tokugawa jidai), adalah periode antara tahun 1603 dan 1868 dalam sejarah Jepang, ketika Jepang berada di bawah pemerintahan shogun Tokugawa dan daimyo regional sebanyak 300 wilayah. Muncul dari kekacauan periode Sengoku, Periode Edo ditandai oleh pertumbuhan ekonomi, tata sosial yang ketat, kebijakan luar negeri yang isolasionis, populasi yang stabil, perdamaian yang abadi, dan kesenangan masyarakat terhadap seni dan budaya, yang secara umum disebut sebagai Ōedo (大江戸, Oo-Edo, "Edo yang Agung").


Periode ini mengambil nama dari Edo (sekarang Tokyo), di mana pada tanggal 24 Maret 1603, keshogunan secara resmi didirikan oleh Tokugawa Ieyasu. Periode Edo berakhir dengan Restorasi Meiji dan Perang Boshin, yang mengembalikan pemerintahan kekaisaran ke Jepang.

Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan