Senin, 19 Oktober 2026
08:39 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Zainuddin Maidin

Bagikan:
Ini adalah nama Melayu; nama "Maidin" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Zainuddin". Kata bin (b.) atau binti (bt.), jika digunakan, berarti "putra dari" atau "putri dari".
Zainuddin Maidin
زين الدين ميدين
Menteri Penerangan Malaysia
Masa jabatan
14 Februari 2006 –8 Maret 2008
PendahuluAbdul Kadir Sheikh Fadzir
PenggantiAhmad Shabery Cheek
Anggota Malaysia Parliament
dapil Merbok
Masa jabatan
24 Maret 2004 –8 Maret 2008
PendahuluDaim Zainuddin (UMNO–BN)
PenggantiRashid Din (PKR–PR)
Mayoritas29,607 (2004)
Informasi pribadi
LahirZainuddin bin Maidin
26 Juni 1939
Meninggal14 Desember 2018(2018-12-14) (umur 79)
Rumah Sakit Serdang, Kajang, Selangor, Malaysia
Sebab kematianGagal jantung
MakamKampung Klang Gate/Pemakaman Muslim Taman Melawati, Kuala Lumpur, Malaysia
KewarganegaraanMalaysia
Partai politikUMNO (hingga 2018)
Independen (2018)
Suami/istriZaiton Zainol Abidin
Anak4
AlmamaterUniversitas Michigan
PekerjaanJurnalis
Politisi
Situs webzamkata.blogspot.com

Tan Sri Zainuddin bin Maidin (Jawi: زين الدين بن ميدين; 29 Juni 1939 – 14 Desember 2018) adalah politikus Malaysia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Malaysia. Ia juga merupakan mantan Pemimpin Redaksi surat kabar Utusan Melayu, surat kabar berbahasa Melayu paling populer di Malaysia. Pada pemilihan umum ke-12 Malaysia, ia dikalahkan menduduki kursi parlemen Sungai Petani oleh Datuk Johari Abdul dari Parti Keadilan Rakyat.

Kehidupan awal

Zainuddin bin Maidin lahir di Kota Kuala Muda, Kedah, berasal dari sebuah keluarga Muslim keturunan campuran Melayu dan India.[1] Ia menjalani pendidikan awal di Maktab Mahmud, Alor Star.

Zainuddin kemudian meraih diploma dalam jurnalisme dari Berlin Journalism Institute pada tahun 1969. Pada tahun 1981, ia dianugerahi penghargaan Professional Journalist Fellowship oleh Universitas Michigan, Amerika Serikat.

Zainuddin menikah dengan Datin Zaiton Zainol Abidin dan dikaruniai dua putri dan dua putra.

Karier

Zainuddin memulai kariernya sebagai jurnalis semi-profesional Utusan Melayu di Alor Star pada tahun 1951, kemudian diangkat sebagai jurnalis full-time pada tahun 1961. Ia juga pernah bekerja sebagai perwakilan Utusan Melayu di London dan menjadi Pemimpin Redaksi Utusan Melayu pada tahun 1982.

Sejak tahun 1992, ia memegang berbagai jabatan non-editorial seperti Konsultan Departemen Editorial Utusan Melayu (1992) dan Ketua Eksekutif Publikasi dan Distributor Utusan Melayu Sdn. Bhd (UP & D) (1994). Setelah itu, ia menjadi anggota Dewan Direksi kumpulan Utusan Melayu (M) Bhd dan menjadi Deputi Utusan Melayu pada tahun 1998.

Zainuddin diangkat sebagai anggota Dewan Negara pada tahun 1998. Ia disumpah sebagai anggota dari Dewan Negara untuk masa jabatan kedua pada bulan Februari 2001 dan diangkat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada 21 November 2002 oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Kemudian, ia memenangkan kursi parlemen Merbok dalam pemilu 2004, mengalahkan kandidat Parti Keadilan Rakyat dengan 15.162 perolehan suara.

Pada tanggal 14 Februari 2006, dia diangkat menjadi Menteri Penerangan oleh Perdana Menteri Tun Abdullah Ahmad Badawi, menggantikan Datuk Paduka Abdul Kadir Sheikh Fadzir.

Dalam Pemilihan Umum ke-12 Malaysia pada tanggal 8 Maret 2008, ia bersaing untuk memperebutkan kursi parlemen Sungai Petani, namun dikalahkan oleh Datuk Johari Abdul dari Parti Keadilan Rakyat.[2]

Kontroversi

Menulis artikel kritis terhadap Habibie

Pada 10 Desember 2012, Zainuddin menerbitkan "Persamaan B. J. Habibie dengan Anwar Ibrahim" di koran Utusan Malaysia. Dalam penulisan artikel tersebut disebutkan bahwa B. J. Habibie sebagai Presiden Indonesia paling tersingkat dan tersingkir karena telah mengkhianati negaranya yang menyebabkan Timor Timur lepas dari Indonesia. Hal ini dikecam berbagai pihak di Malaysia dan Indonesia. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ketidaknyamanannya pemerintah Malaysia.[3]

Zainuddin sempat menolak untuk meminta maaf kepada Indonesia atas penghinaannya tersebut.[4] Bahkan kunjungan Habibie ke negara bagian Selangor dianggap sebagai dukungan untuk koalisi oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim, padahal tujuannya datang untuk diundang sebagai tamu resmi pemerintah guna memberikan ucapan selamat kepada universitas di negara itu.

Penghargaan

  • 1982 - Ahli Mahkota Pahang (AMP)
  • 1987 - Ahli Mahkota Kedah (AMK)
  • 1990 - Johan Mahkota Negara (JMN)
  • 1990 - Setia Mahkota Selangor (SMS)
  • 1996 - Pingat Jasa Negara (PJN); carrying the title Datuk
  • 2003 - Darjah Pingat Dato’ Mahkota Selangor (DPMS)
  • 2006 - Datuk Paduka Mahkota Kedah (DPMK)
  • 2006 - Darjah Gemilang Seri Melaka (DGSM); carrying the title Datuk Seri
  • 2009 - Panglima Setia Mahkota (PSM); digelari Tan Sri

Referensi

  1. ↑ The racial conundrum in Umno
  2. ↑ DAP proves Sedition Act still relevant: Zam Diarsipkan 2007-10-13 di Wayback Machine. (November 28, 2006). Malaysia Today.
  3. ↑ Yudhoyono complains to Najib over Zainuddin's Habibie insult, The Malaysian Insider, 21 Desember 2012, diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-02, diakses tanggal 2021-07-24
  4. ↑ "Malaysia Desak Zainuddin Minta Maaf Telah Hina Habibie". Liputan6.com. 2012-12-15. Diakses tanggal 2021-07-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan