Jumat, 09 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 9 Oktober 2026: Batangan 1 Gram Naik Tipis Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 9 Oktober 2026: Batangan 1 Gram Naik Tipis Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen
Yuktibhasa

Yuktibhasa

Bagikan:
250px-Ganita_yukti_bhasha_verse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian awal dari Yuktibhasa, dalam aksara Malayalam.

Yuktibhasa (bahasa Malayalam:യുക്തിഭാഷ, arti: bahasa yang rasional) juga dikenal dengan nama Ganita Yuktibhasa (bahasa matematis yang rasional), adalah sebuah risalah penting mengenai matematika dan astronomi, yang ditulis oleh astronom India bernama Jyesthadeva dari mazhab matematika Kerala, sekitar tahun 1530.[1] Risalah ini merupakan konsolidasi dari berbagai penemuan dari Madhava dari Sangamagrama, Nilakantha Somayaji, Parameshvara, Jyeshtadeva, Achyuta Pisharati, dan astronom-matematikawan lainnya dari Mazhab Kerala. Yuktibhasa terutama dibuat berdasarkan pada Tantra Samgraha dari Nilakantha.[2] Ia ini dianggap sebagai teks pertama yang membahas kalkulus.[3] [4] [5] [6] Dengan demikian, hasil karya tersebut telah mendahului karya-karya para matematikawan Eropa lebih dari tiga abad. Namun, risalah tersebut umumnya tidak diketahui luar Kerala, karena buku itu ditulis dalam bahasa lokal (bahasa Malayalam).

Yuktibhasa adalah karya yang unik, karena berisikan pembuktian dan derivasi dari berbagai teorema yang disajikan; sesuatu yang tidak biasanya dilakukan oleh matematikawan manapun pada zaman itu.[7] Beberapa perkembangan penting yang terdapat dalam analisisnya antara lain meliputi: ekspansi deret takterhingga dari suatu fungsi, deret pangkat, deret Taylor, deret trigonometri untuk sinus, kosinus, tangen, dan arc tangen, hampiran orde kedua dan ketiga deret Taylor dari sinus dan kosinus, deret pangkat untuk π, π/4, θ, jari-jari, diameter dan lingkar dan uji kovergensi.

Catatan kaki

  1. ↑ "A book on rationales in Indian Mathematics and Astronomy — An analytic appraisal" (PDF). Yuktibhasa of Jyesthadeva. K V Sharma & S Hariharan. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2006-09-28. Diakses tanggal 2006-07-09.
  2. ↑ "The Kerala School, European Mathematics and Navigation". Indian Mathemematics. D.P. Agrawal — Infinity Foundation. Diakses tanggal 2006-07-09.
  3. ↑ "Neither Newton nor Leibniz - The Pre-History of Calculus and Celestial Mechanics in Medieval Kerala". MAT 314. Canisius College. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-08-06. Diakses tanggal 2006-07-09.
  4. ↑ "An overview of Indian mathematics". Indian Maths. School of Mathematics and Statistics University of St Andrews, Scotland. Diakses tanggal 2006-07-07.
  5. ↑ "Science and technology in free India" (PDF). Government of Kerala — Kerala Call, September 2004. Prof.C.G.Ramachandran Nair. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2006-08-21. Diakses tanggal 2006-07-09.
  6. ↑ Charles Whish (1835). Transactions of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland.
  7. ↑ "Jyesthadeva". Biography of Jyesthadeva. School of Mathematics and Statistics University of St Andrews, Scotland. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-03-16. Diakses tanggal 2006-07-07.

Referensi

  • K V Sharma & S Hariharan (1990). Yuktibhasa of Jyesthadeva — A book on rationales in Indian Mathematics and Astronomy - an analytic appraisal. Indian Journal of History of Science.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan