Sabtu, 17 Oktober 2026
14:41 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Yue Fei

Yue Fei

Jenderal Dinasti Song, dibunuh atas dekrit kerajaan dari Kaisar Gaozong dari Song (1103–1142)

Bagikan:
250px-%E5%B2%B3%E9%A3%9B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Jendral Yue Fei
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Yue Fei.

Yue Fei adalah jendral terkenal dari Dinasti Song.[1][2] Ia adalah jendral utama dalam pengembalian daerah yang direbut Dinasti Jin di bawah Kaisar Song Gaozong.[1][2]

Kisah asal mula penganan Cahkwe terkait dengan kematiannya.[1][2] Yue Fei difitnah oleh pejabat kerajaan Qin Hui yang menyebabkan dirinya dihukum oleh Kaisar Song Gaozong.[1][2] Hal ini menyebabkan kemarahan rakyat yang akhirnya membuat Cahkwe.[1][2]

Pada tahun 1163, 21 tahun setelah kematiannya Kaisar Xiaozong membangun kuil untuk mengingat jasa Yue Fei.[1][2] Di sana ditaruh empat patung yaitu patung Qin Hui, istrinya, Mo Qixie dan Zhangjun.[1][2] Keempatnya dalam keadaan berlutut sebagai simbol penebusan kesalahan mereka.[1][2] Di sisinya terdapat enam patung yaitu dua kuda, dua macan dan dua kambing yang melambangkan penjaga Yue Fei.[1][2]

Selain Cahkwe, tragedi kematian Yue Fei juga diadaptasi menjadi novel Legenda Yue Fei dan Opera Beijing Yue Fei and Yang Zaixing.[2]

Pahlawan rakyat

Yue Fei dianggap sebagai pahlawan nasional setelah hukuman kematiannya.[3] Qin Hui dan di beberapa kasus, Kaisar Gaozong dari Song disalahkan sebagai penyebab keruntuhan Dinasti Song akibat hukuman mati yang dijatuhkan kepada Yue Fei dan kebijakan kompromi dengan Dinasti Jin.[4] Meskipun tidak bisa dibuktikan, Qin Hui dikenal sebagai seseorang yang berkolusi dengan Dinasti Jin atas kematian Yue Fei.[5] Sejak Dinasti Yuan, Yue Fei diangkat sebagai pahlawan rakyat Tionghoa dan pada Dinasti Ming, banyak kuil dibangun untuk menyembahnya. Bahkan saat Perang Dunia II, nama Yue Fei kembali dikumandangan ke dalam sebuah lagu patriot Tiongkok yang liriknya diduga ditulis oleh Yue Fei sebagai bentuk semangat juang melawan pasukan Jepang.[6]

Pada 2002, ada rumor yang menyatakan bahwa status Yue Fei sebagai pahlawan nasional telah dicabut. Kementerian pendidikan menginstruksikan guru sejarah bahwa Yue Fei tidak dapat menyandang status pahlawan karena Yue Fei melindungi orang Han dari suku Jurchen yang merupakan keturunan orang Manchu yang kini merupakan bagian bangsa Tiongkok. Oleh karena itu, kekhawatiran akan "persatuan kebangsaan" di Tiongkok menjadi hal yang utama, karena Yue Fei dipandang hanya mewakili satu subkelompok di Tiongkok, dan bukan "seluruh bangsa Tiongkok sebagaimana didefinisikan saat ini".[7] Namun, hal ini dibantah oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pertahanan Tiongkok yang masih menganggap Yue Fei sebagai pahlawan.[8][9] Partai Komunis Tiongkok juga masih menganggap Yue Fei sebagai pahlawan nasional.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Inggris) Yue Fei Diarsipkan 2008-12-03 di Wayback Machine, China Culture. Diakses pada 23 Mei 2010.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Inggris) Yue Fei Diarsipkan 2013-07-14 di Wayback Machine, Cultural China. Diakses pada 25 Mei 2010.
  3. ↑ Tao 2009, hlm. 686. sfn error: tanpa target: CITEREFTao2009 (bantuan)
  4. ↑ Tao 2009, hlm. 686–689. sfn error: tanpa target: CITEREFTao2009 (bantuan)
  5. ↑ Tao 2009, hlm. 687. sfn error: tanpa target: CITEREFTao2009 (bantuan)
  6. ↑ Mote 1999, hlm. 305. sfn error: tanpa target: CITEREFMote1999 (bantuan)
  7. ↑ BARANOVITCH, NIMROD. "Others No More: The Changing Representation of Non-Han Peoples in Chinese History Textbooks, 1951–2003." The Journal of Asian Studies 69, no. 1 (2010): 85–122.
  8. ↑ 水战杨么----岳飞(南宋) Diarsipkan Maret 2, 2021, di Wayback Machine July 20, 2009国防部官网
  9. ↑ 隆重纪念民族英雄岳飞诞辰910周年 2013年03月21日人民日报海外版
  10. ↑ "关于古代"民族英雄"的再认识". Diarsipkan dari asli tanggal Juni 14, 2020. Diakses tanggal April 1, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan