Selasa, 13 Oktober 2026
16:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Yeon Namgeon

Bagikan:

Yeon Namgeon (淵男建, 연남건) merupakan putra kedua pemimpin militer dan diktator Yeon Gaesomun (tidak diketahui-665), Goguryeo, dan Dae Magniji ke-3 Goguryeo selama masa pemerintahan raja terakhir Goguryeo, Raja Bojang

Jatuhnya Goguryeo

Diikuti dengan kematian ayahnya pada tahun 666, Namgeon dikacaukan di dalam pertikaian kekuasaan dengan abangya, Yeon Namsaeng. Namgeon dan adiknya Namsan menjalankan kudeta melawan abangnya ketika ia sedang menginspeksi seluruh benteng di kerajaan Goguryeo untuk mempersiapkan perang melawan Tang. Kudeta Namgeon dan Namsan memaksa Namsaeng untuk menyerah kepada Tang, dan akhirnya memimpin ke arah kehancuran Goguryeo. Namgeon menunjuk dirinya sendiri sebagai Dae Mangniji (대막리지, 大莫離支) dan merampas kontrol di pemerintahan.

Selama invasi Tang yang berikutnya pada tahun 668, Namgeon memimpin pasukan perlawanan ke pasukan Cina di dekat Sungai Amnok dan berlanjut membela pasukan Tang ke seluruh penjuru Pyongyang. Dengan kekalahan Goguryeo, Namgeon menemukan dirinya sendiri adalah seorang tawanan perang dan di transportasi ke Cina dan kemudian dikucilkan ke Qianzhou (黔州), di lokasi yang sekarang adalah provinsi Sichuan, Cina, di mana ia sepertinya meninggal disana. Prasasti makam adik Namgeon, Namsaeng dan Namsan masih ada tetapi tidak memberikan informasi tentang kehidupan Namgeon. Jika Namgeon dan adik-adiknya bekerja sama dengan baik, Goguryeo akan bertahan di dalam periode yang lebih lama, tetapi Silla mengirimkan para pengintai ke dalam lingkungan penasehat bersaudara itu dan berusaha untuk memecah belah hubungan kakak beradik tersebut.

Lihat Pula

Didahului oleh:
Yeon Namsaeng
Daedaero Provinsi Timur Goguryeo
666 - 668
Diteruskan oleh:
None
Didahului oleh:
Yeon Namsaeng
Magniji (Perdana Menteri) Goguryeo
666 - 668
Diteruskan oleh:
None
Didahului oleh:
Yeon Namsaeng
Dae Magniji (Perdana Menteri Tertinggi) Goguryeo
666 - 668
Diteruskan oleh:
Tidak ada
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan