Kamis, 05 November 2026
03:46 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Yaazanya

Bagikan:

Yaazanya (bahasa Ibrani: יַאֲזַנְיָה Ya'azaniah, artinya "Semoga Tuhan mendengar"; bahasa Inggris:Jaazaniah atau Jezaniah) adalah nama pribadi laki-laki yang tercatat dalam Alkitab pada beberapa individu berbeda, dan telah ditemukan pada onyx seal yang berasal dari abad ke-6 SM.

Catatan Alkitab

Seal_of_Jaazaniah.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gambar yang dihasilkan dari segel onyx Yaazanya

Empat individu berbeda yang bernama Yaazanya disebutkan dalam Alkitab Ibrani:

  1. Yaazanya bin Hoshaiah, anak seorang Maakha adalah seorang perwira di tentara kerajaan Yehuda. Ia bergabung dengan Gedalya, pemimpin yang ditunjuk Babel, di Mizpa setelah pembuangan Yehuda (2 Raja–raja 25:23; pada Yeremia 40:8 ditulis sebagai Yezanya).[1] segel onyx yang ditemukan di Mizpa bertarikh periode ini dan bantalan prasasti "(milik) Ya'azanyah hamba raja" mungkin milik individu ini.[2][3]
  2. Yaazanya, anak dari seorang pria bernama Yeremia (bukan nabi), dan cucu dari Habazinya, adalah pemimpin kaum orang Rekhab pada zaman nabi Yeremia. Nabi Yeremia membawa Yaazanya dan anggota lain dari kaumnya ke Bait Suci, di mana mereka menolak untuk minum anggur yang ditawarkan kepada mereka, dalam rangka mematuhi perintah leluhur mereka, Yonadab anak Rekhab yang telah melarang para pengikutnya untuk minum anggur. Yeremia memuji mereka untuk orang-orang dan menunjukkan mereka sebagai contoh dari orang-orang yang tahu bagaimana untuk menjaga prinsip-prinsip mereka (Yeremia 35:3).
  3. Yaazanya bin Safan: dilihat oleh nabi Yehezkiel dalam suatu penglihatan, sebagai salah satu dari 70 tua-tua Israel yang melakukan penyembahan berhala karena mereka percaya bahwa Tuhan telah meninggalkan dunia dan tidak lagi memelihara mereka (Yehezkiel 8:11).
  4. Yaazanya bin Azur adalah seorang pemimpin Israel dan nabi palsu yang dilihat oleh nabi Yehezkiel dalam suatu penglihatan, sebagai salah satu tua-tua yang berdiri di pintu gerbang Bait Suci, menyampaikan nubuat palsu kepada orang-orang bahwa Yerusalem tidak akan hancur (Yehezkiel 11:1).

Segel Onyx

250px-Jazseal.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto segel, dan ilustrasi konstruksi dari onyx hitam dan putih.

Nama "Yaazanya" tertera pada segel onyx dari abad ke-6 SM yang ditemukan pada penggalian situs Tell en-Nasbeh, lokasi kota kuno Mizpa di wilayah suku Benyamin, dekat Yerusalem,[4] yang dilakukan antara tahun 1926-1935 oleh William Frederic Badè dari Pacific School of Religion di Berkeley, California. Segel itu ditemukan pada Strata 3 situs itu, bertarikh periode tak lama setelah 586 SM sampai sekitar 400 SM (Zaman Besi II). Epigrafi segel itu konsisten dengan tarikh zaman Gedalya.

Segel itu memuat tulisan "(milik) Yaazanyah hamba raja." Segel tersebut mungkin milik seorang perwira bernama Yaazanya yang, menurut 2 Raja–raja 25:23 dan Yeremia 40:8, datang menemui Gedalya, penguasa yang ditunjuk Babel, di Mizpa setelah kejatuhan Yerusalem.

Di bagian bawah meterai terdapat gambar ayam sabung, salah satu representasi paling awal gambar itu yang pernah ditemukan, dan representasi ayam tertua yang pernah diteukan di Israel kuno.[5] Penggambaran ini konsisten dengan bekas-bekas burung ini yang ditemukan di Israel pada Zaman Besi, ketika ayam jago digunakan sebagai sabung ayam. Mereka juga digambarkan pada segel lainnya dari periode yang sama sebagai simbol keganasan, seperti terukir pada salah satu segel jasper merah pada akhir abad ke-7 SM bertuliskan "Yoahas, putra raja."[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Mandel, David (2007). Who's who in the Jewish Bible. Philadelphia, PA: Jewish Publication Society. hlm. 170–171. ISBN 0-8276-0863-2.
  2. ↑ Zorn, Jeffrey R. (Jul–Ags 1997). "Mizpah: Newly Discovered Stratum Reveals Judah's Other Capital". Biblical Archaeological Review. 23 (05): 69–71.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ May, Herbert G. (1939). "Three Hebrew Seals and the Status of Exiled Jehoiakin". The American Journal of Semitic Languages and Literatures. 56 (2). The University of Chicago Press: 146–148. doi:10.1086/370533. ISSN 1062-0516. JSTOR 528929.
  4. ↑ "Tell en-Nasbeh: Biblical Mizpah of Benjamin". The College of Arts and Sciences, Cornell University.
  5. ↑ Miller, James M.; Hayes, John H. (1986). A History of Ancient Israel and Judah. Louisville, KY: John Knox Press. hlm. 422. ISBN 0-664-21262-X.
  6. ↑ Taran, Mikhael (Januari 1975). "Early Records of the Domestic Fowl in Ancient Judea". IBIS, The International Journal of Avian Science. 117 (1): 109–110. doi:10.1111/j.1474-919X.1975.tb04192.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Borowski, Oded (2003). Daily Life in Biblical Times. Atlanta, GA: Society of Biblical Literature. hlm. 69–70. ISBN 1-58983-042-3.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan