Senin, 09 November 2026
06:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Gedalya

Bagikan:

Gedalya (bahasa Ibrani:גְּדַלְיָּה‎, G'dalyyâh atau גְּדַלְיָהוּ G'dalyyâhû, artinya Yah telah menjadi agung; bahasa Inggris:Gedaliah)[1] adalah nama seorang laki-laki Israel yang diangkat oleh raja Babel, Nebukadnezar II, menjadi gubernur atas provinsi Yehuda, menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[2] Provinsi ini dibentuk setelah jatuhnya Kerajaan Yehuda dan kehancuran Yerusalem, yang meliputi sebagian wilayah dari kerajaan tersebut. Ia didukung oleh sepasukan tentara Kasdim yang bermarkas di kota Mizpa daerah suku Benyamin.[3] Setelah mendengar pengangkatan tersebut, sejumlah orang-orang Yahudi yang mengungsi ke negara-negara tetangga, kembali ke Yehuda.[4]

Keluarga

Gedalya adalah putra Ahikam[5] (yang menyelamatkan nyawa nabi Yeremia)[6] dan cucu Safan (yang disebut namanya sehubungan penemuan gulungan pengajaran, yaitu oleh para ahli diidentifikasi sebagai bagian inti dari Kitab Ulangan).[7]

Pemerintahan dan kematian

Ia bekerja giat mendorong penduduk untuk menanami ladang dan kebun anggur, dan karenanya mencipatakan suasana damai. Banyak orang Yahudi yang mengungsi ke negara-negara sekitarnya ketika Babel menyerang, pulang ke kembali setelah mendengar berita kebangunan kembali komunitas tersebut. Mereka menemui Gedalya di Mizpa dan diterimanya dengan hangat.

Ismael, dan sepuluh orang yang bersama dia, membunuh Gedalya, bersama dengan banyak orang Yahudi yang mendampinginya dan banyak orang Babel yang ditinggalkan oleh raja Nebukadnezar untuk berjaga dengan Gedalya (Yeremia 41:2–3). Orang-orang Yahudi yang masih tinggal, menjadi ketakutan atas pembalasan Nebukadnezar (karena pejabat yang diangkatnya dibunuh oleh orang Yahudi) dan melarikan diri ke Mesir.

Analisis tanggal dan tempat

Tanggal kematian Gedalya tidak ditulis jelas di Alkitab, tetapi diperkirakan terjadi pada tahun 582/581 SM, sekitar empat sampai lima tahun dan tiga bulan setelah kejatuhan Yerusalem dan kehancuran Bait Suci Pertama yang dibangun oleh raja Salomo pada tahun 586 SM. Menurut kronologi Thiele,[8] Gedalya dibunuh pada bulan ke-7 tahun 586 SM yang dimulai tanggal 7 Oktober tahun itu.[9]

Lokasi Mizpa ini masih diperdebatkan, karena kalau Mizpa ini adalah Tell en-Nasbeh sekarang, yang terletak di jalanan ke Sikhem, Ismael tidak akan lari ke Amon melalui kota Gibeon[10] yang terletak di sebelah barat makam Samuel (kota Neby Samwil) yang berhadapan dengan Yerusalem. Lagi pula, Yudas Makabe, ketika mempersiapkan peperangan melawan tentara Siria, mengumpulkan orang-orangnya "di Maspha, yang berhadapan dengan Yerusalem: karena di Maspha terdapat tempat sembahyang sampai saat itu di Israel".[11]

Puasa Gedalya

Untuk meratapi pembunuhan Gedalya, yang mengakibatkan Yehuda sama sekali kosong dari orang Yahudi dan penguasaan Yahudi serta kehancuran Bait Suci Pertama, orang-orang bijak Yahudi (Jewish Sages) menetapkan hari ke-3 bulan Tisyri sebagai hari "Puasa Gedalya". Meskipun dari catatan Alkitab, pembunuhan Gedalya terjadi pada hari ke-1 bulan Tisyri,[12] tetapi hari puasanya diperingati pada hari ke-3 agar tidak bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Rosh Hashanah.

Gedalya bin Pasyhur

Tercatat pada masa hidup Yeremia disebutkan seorang pejabat tinggi raja Zedekia yang bernama: "Gedalya bin Pasyhur" dalam Kitab Yeremia sebagai berikut:

Tetapi Sefaca bin Matan, Gedalya bin Pasyhur, Yukhal bin Selemya dan Pasyhur bin Malkia mendengar perkataan yang tidak henti-henti diucapkan oleh Yeremia kepada segenap orang banyak itu:[13]

Perbuatannya, bersama ketiga sejawatnya, terhadap nabi Yeremia dicatat sebagai berikut:

Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.[14]

Pada tahun 2008, arkeolog Dr. Eilat Mazar, memimpin tim ekskavasi dari Hebrew University of Jerusalem, sedang melakukan penggalian di bagian utara "Kota Daud". Mereka sedang memperbesar tempat galian dan menyaring debu tanah dari lokasi ekskavasi di mana mereka menemukan "Meterai Yukhal" pada tahun 2005. Hanya beberapa meter dari tempat penemuan Meterai Yukhal, Dr. Mazar sedang membersihkan kotoran dan debu dari suatu kepingan tanah liat lain yang berusial 2600 tahun, ketika tulisan dari kepingan yang sudah agak bersih itu dapat dibaca dan ukiran dalam huruf Ibrani Kuno itu berbunyi “le Gedalyahu ben Pashur” — ”milik Gedalya bin Pasyhur”. Kepingan ini dikenal sebagai Meterai Gedalya. [15][16]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Strong nomor 1436". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-07-18. Diakses tanggal 2013-05-28.
  2. ↑ 2 Raja–raja 25:22; Yeremia 40:5; Yeremia 52:16
  3. ↑ 2 Raja–raja 25:22–24; Yeremia 40:6–8
  4. ↑ Yeremia 40:11–12
  5. ↑ 2 Raja–raja 25:22
  6. ↑ Yeremia 26:24
  7. ↑ 2 Raja–raja 22:8–10
  8. ↑ Thiele, Edwin R., The Mysterious Numbers of the Hebrew Kings, (1st ed.; New York: Macmillan, 1951; 2d ed.; Grand Rapids: Eerdmans, 1965; 3rd ed.; Grand Rapids: Zondervan/Kregel, 1983). ISBN 0-8254-3825-X, 9780825438257
  9. ↑ McFall 1991, no. 65.
  10. ↑ Yeremia 41:10–12
  11. ↑ 1 Makabe 3:46, dikutip di 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1913). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong.
  12. ↑ lihat Yeremia 41:1
  13. ↑ Yeremia 38:1
  14. ↑ Yeremia 38:6
  15. ↑ Meterai para penangkap nabi Yeremia diketemukan Diarsipkan 2016-12-21 di Wayback Machine - Archeology News Report
  16. ↑ Musuh-musuh Yeremia Diarsipkan 2023-03-27 di Wayback Machine, memuat gambar meterai Yukhal dan Gedalya, yang memenjarakan nabi Yeremia

Pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan