Sabtu, 03 Oktober 2026
13:48 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Xirong

Xirong

Bagikan:
250px-Huaxiasiyi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kosmografi Dinasti Zhou yang menggambarkan Huaxia dan Siyi: Dongyi di timur, Nanman di selatan, Xirong di barat, dan Beidi di utara.

Xirong (Hanzi:西戎; Pinyin:Xīróng; Wade–Giles:Hsi-jung; harfiah: 'suku barat yang suka berperang') atau Rong adalah sejumlah suku yang tinggal di ujung barat wilayah Tiongkok Kuno yang sudah diketahui keberadaannya pada masa Dinasti Shang (1765–1122 SM)[1] dan Dinasti Zhou (1046–221 SM).[2][3]

Sejarawan Li Feng menyatakan bahwa pada masa Dinasti Zhou Barat, istilah "Rong" (orang asing yang suka berperang) sering kali digunakan di dalam inskripsi-inskripsi perunggu yang berarti "peperangan", sehingga kemungkinan jika suatu suku disebut "Rong", maka mereka dianggap sebagai musuh politik dan militer dan bukan konsep yang menganggap bangsa lain sebagai bangsa "barbar".[4] Setelah masa Dinasti Zhou, istilah ini digunakan untuk berbagai macam suku yang terletak di barat.

Xirong merupakan salah satu dari "Empat Suku Barbar" (Siyi, 四夷) dalam sejarah Tiongkok. Tiga suku lainnya adalah suku Dongyi di timur, Beidi di utara, dan Nanman di selatan. Di dalam teks Liji, terdapat beberapa stereotip mengenai suku-suku ini. Suku Xirong digambarkan sebagai suku yang tidak mengikat rambut dan mengenakan kulit. Beberapa di antara mereka tidak makan gandum.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Waugh, Daniel C: Professor. "Silk Road Texts". University of Washington. Diakses tanggal 20 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal Juli 28, 2011. Diakses tanggal April 23, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Hun & Huns -- Political, Social, Cultural, Historical Analysis Of China -- Research Into Origins Of Huns, Uygurs, Mongols And Tibetans". www.imperialchina.org.
  4. ↑ Li, Feng (2006), Landscape And Power In Early China, Cambridge University Press, hlm. 286.
  5. ↑ Wangzhi chap., tr. James Legge (1879), The Li Ki, Clarendon Press, vol.1, hlm. 229-230.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan