Senin, 02 November 2026
02:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Wolfiporia extensa

Wolfiporia extensa

Bagikan:
Wolfiporia extensa
250px-Tuckahoe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wolfiporia extensa sclerotium
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
W. extensa
Nama binomial
Wolfiporia extensa
(Peck) Ginns (1984)
Sinonim[1]
  • Pachyma cocos Fr. (1822)
  • Sclerotium cocos Schwein. (1822)
  • Daedalea extensa Peck (1891)
  • Poria Edalat, cocos F.A.Wolf (1922)
  • Macrohyporia cocos (Schwein.) I.Johans. & Ryvarden (1979)
  • Macrohyporia extensa (Peck) Ginns & J.Lowe (1983)
  • Wolfiporia cocos (F.A.Wolf) Ryvarden & Gilb. (1984)
Artikel takson sembarang

Wolfiporia extensa (Peck) Ginns (syn. Poria cocos F.A.Wolf) adalah fungi (cendawan atau jamur) dalam keluarga Polyporaceae. Sebenarnya merupakan jamur peluruhan kayu tetapi memiliki kebiasaan tumbuh di bawah tanah. Wolfiporia extensa berperan penting dalam pengembangan sclerotium (miselium fungi yang sudah mengeras berisi cadangan makanan) bawah tanah yang besar, tahan lama dan bentuknya menyerupai kelapa kecil. Sclerotium ini disebut "tuckahoe" (Tiongkok) atau fu-ling (茯苓, pīnyīn: fúlíng), berbeda dengan tuckahoe sejati yang merupakan panah arum, Peltandra virginica yaitu tanaman berakar umbi dalam keluarga talas-talasan dan dijadikan sebagai roti oleh suku Indian Amerika . W. extensa juga digunakan secara luas sebagai fungi obat dalam pengobatan tradisional Tiongkok[2] untuk mengobati masalah buang air kecil, menyegarkan fungsi limpa (misalnya fungsi pencernaan) dan untuk menenangkan pikiran.[3]

Nama umum untuk wolfiporia extensa adalah hoelen, poria, tuckahoe, akar Tiongkok, "fu ling" (茯苓, pīnyīn: fúlíng) dan Matsatsodo.

Ekstrak botani

Wolfiporia extensa merupakan sumber dari senyawa triterpena asam pachymic, yang telah menjadi objek penelitian ilmiah berdasarkan peran jamur dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Wolfiporia extensa sering disebut coco dalam konteks ini.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "GSD Species Synonymy: Wolfiporia extensa (Peck) Ginns". Species Fungorum. CAB International. Diakses tanggal 2015-08-09.
  2. ↑ Esteban CI. (2009). "Interés medicinal de Poria cocos (= Wolfiporia extensa)" [Medicinal interest of Poria cocos (= Wolfiporia extensa)]. Revista Iberoamericana de Micología (dalam bahasa Spanish). 26 (2): 103–7. doi:10.1016/S1130-1406(09)70019-1. PMID 19631158.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Bensky D, Clavey S, Stoger E. (2004) Eastland Press, Inc. Seattle, 3rd ed. ISBN0939616424. p. 267
  4. ↑ Cheng S, Swanson K, Eliaz I, McClintick JN, Sandusky GE, Sliva D (2015). "Pachymic acid inhibits growth and induces apoptosis of pancreatic cancer in vitro and in vivo by targeting ER stress". PLOS ONE. 10 (4): e0122270. Bibcode:2015PLoSO..1022270C. doi:10.1371/journal.pone.0122270. PMC 4411097. PMID 25915041.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) publikasi akses terbuka - bebas untuk dibuka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan