Minggu, 18 Oktober 2026
23:50 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Wolfgang Engels

Wolfgang Engels

Bagikan:
Wolfgang Engels
250px-Joline%2C_Wolfgang%2C_%26_Doris.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Joline Albaugh, Wolfgang, dan Doris Engels saat merayakan 50 tahun setelah mereka melarikan diri dari Jerman Timur.
Lahir1943 (umur 82–83)
Pekerjaanguru biologi dan sejarah di Soltau
mekanik dan pengemudi mobil Tentara Rakyat Nasional Jerman Timur (1960-1963)
Dikenal karenamelarikan diri ke Jerman Barat dengan cara menembus Tembok Berlin menggunakan sebuah kendaraan lapis baja

Wolfgang Engels (lahir 1943) adalah seorang mantan pekerja sipil di Tentara Rakyat Nasional Jerman Timur yang bertugas sebagai mekanik dan pengemudi mobil. Pada tahun 1963, Engels mencuri sebuah kendaraan lapis baja BTR-152 untuk melarikan diri ke Jerman Barat dengan cara menerobos Tembok Berlin menggunakan kendaraan tersebut.[1]

Melarikan diri ke Jerman Barat

250px-Sch%C3%BCtzenpanzerwagen_SPW_152_W1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BTR-152, model kendaraan yang digunakan oleh Engels untuk melarikan diri.

Pada malam perayaan Hari Buruh komunis tanggal 17 April 1963, Engels mencuri sebuah pengangkut personel lapis baja BTR-152 dari pangkalan militer Tentara Nasional Jerman Timur saat para kru sedang makan siang. Engels kemudian mengendarainya melalui jalan-jalan di Berlin Timur. Polisi yang sudah terbiasa melihat kendaraan militer di jalanan kota kemudian menghentikan lalu lintas di persimpangan supaya Engels bisa menyeberang. Dalam perjalanannya, ia melihat sekelompok anak muda dan berhenti untuk menawarkan tumpangan, "Aku akan ke Barat, apakah ada yang mau pergi bersamaku?" tetapi mereka menolak tawarannya sehingga ia terus melaju sendirian hingga menabrakkan BTR-152 yang dikemudikannya ke Tembok Berlin dalam upaya melarikan diri ke Berlin Barat. Kendaraan lapis baja tersebut tidak sepenuhnya menembus tembok dan terjebak di tengah perbatasan. Mengetahui hal itu, Engels segera keluar dari kendaraan dan ditembak sebanyak dua kali oleh penjaga perbatasan Jerman Timur. Engels akhirnya ditarik ke tempat yang aman oleh warga Berlin Barat, diiringi dengan tembakan yang dilepaskan oleh seorang polisi Jerman Barat ke penjaga perbatasan Jerman Timur yang masih terus menembaki Engels. Engels kemudian dibawa ke bar terdekat dan dibaringkan di atas meja. Ketika ia sadar, ia melihat label pada botol minuman keras dan kemudian tahu bahwa ia telah berhasil melarikan diri. Engels dilarikan ke Rumah Sakit Berlin Barat di mana ia menjalani perawatan untuk menyembuhkan luka-lukanya. Engels menetap di Jerman Barat dan kemudian menjadi guru biologi dan sejarah di kota Soltau. Meskipun ia berhasil melarikan diri ke Jerman Barat dan mendapatkan kebebasan, ia kehilangan kontak, mendapatkan kecaman, dan dianggap sebagai pengkhianat oleh ibunya yang setia dengan komunis.

Referensi

  1. ↑ Extensive interview by Hans-Hermann Hertle with Engels at www.chronik-der-mauer.de

literatur

  • Hans-Hermann Hertle: Die Berliner Mauer. Monument des Kalten Krieges = Tembok Berlin. Ch. Tautan Verlag, Berlin 2007,ISBN3-86153-463-0, hal. 72.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan