Rabu, 14 Oktober 2026
06:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Wilson Nadeak

sastrawan Indonesia

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Nadeak.

Wilson Nadeak (lahir di Porsea, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 5 Desember 1942) adalah seorang sastrawan Indonesia.

Pendidikan dan Karier

Ia menyelesaikan pendidikan di Jurusan Theologia Perguruan Tinggi Advent, Bandung pada 1965. Ia pernah kuliah di Jurusan Inggris Akademi Bahasa Asing, Bandung (tamat 1970).[1]

Ia pernah menjadi redaktur Pemuda Advent Sumatera Utara (1961), mingguah mahasiswa Sinar, Bandung (1964), Teruna Jaya (1966), Indonesian Publishing House di Bandung, KorCil, dan Pikiran Rakyat.[1]

Ia pernah menjadi dosen di Jurusan Editing Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.

Karya[1]

Cerpen

  • Ketika Badai Bertiup (1973)
  • Pengungsi-Pengungsi dan Cerita Lainnya (1976)
  • Orang-Orang Merdeka (1977)
  • Wajah (1984)
  • Hari-Hari dalam Hidupku (1984)
  • Mata yang Indah: Cerpen Pilihan KOMPAS (2001)
  • Cinta di Atas Perahu Cadik: Cerpen KOMPAS Pilihan (2007)
  • Serdadu Tua dan Jipnya (2008)

Novel

  • Mutia Perempuan Pantai (1968)
  • Pengadilan Cinta dan Hati Nurani (1985)

Karya lain

  • Di Bawah Bayang-Bayang Keselamatan: Renungan Filosofis Religius (1973)
  • Tuhan Membimbing Mereka: Sepuluh Cerita tentang Orang-orang Terkenal (1974)
  • Di Tepi Danau: Cerita Anak (1975)
  • Ketika Burung Berkicau (1981)
  • Senandung Bandung: Antologi Puisi (1981)
  • Bagaimana Menjadi Penulis yang Sukses (1983)
  • Tentang Sastra (1984)
  • Pengajaran Apresiasi Puisi untuk Sekolah Lanjutan Atas (1985)
  • 365 Hambatan Menuju Sukses (1986)
  • Memahami Anak Remaja (1991)
  • Seraut Wajah Pernikahan (1993)

Referensi

  1. 1 2 3 Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 979-9012-12-0 hlm. 839

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan