Rabu, 14 Oktober 2026
07:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
William F. Albright

William F. Albright

Bagikan:
William Foxwell Albright
250px-Beersheba_%28997008136261405171%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
William F. Albright, 1950
Lahir(1891-05-24)24 Mei 1891
Meninggal19 September 1971(1971-09-19) (umur 80)
Pekerjaanarkeolog

William Foxwell Albright (24 Mei 1891 – 19 September 1971)[1] adalah seorang arkeolog, peneliti Alkitab, ahli bahasa dan pakar tembikar dari Amerika Serikat. Dia dikenal sebagai "Bapa Arkeologi Alkitab". Murid-muridnya merupakan pemimpin penelitian di bidang arkeologi dan Timur Tengah, seperti George Ernest Wright, Frank Moore Cross, Raymond E. Brown, dan David Noel Freedman

Riwayat Hidup

Dia dilahirkan di kota Coquimbo, Chili, sebagai anak sulung dari 6 bersaudara. Ayahnya adalah penginjil Gereja Methodis, Wilbur Finley Albright, dan ibunya orang Amerika Cornish, Zephine Viola Foxwell.[2] Dr. Albright adalah lulusan Upper Iowa University. Dia menerima gelar doktor dari Johns Hopkins University, Baltimore, Maryland, pada tahun 1916 dan menjadi profesor di sana tahun 1927, terus menjabat sebagai W. W. Spence Profesor untuk bahasa Semitik dari tahun 1930 sampai pensiun tahun 1958. Dia juga menjabat sebagai Direktur dari American School of Oriental Research di Yerusalem, 1922–1929, 1933–1936, dan melakukan pekerjaan arkeologi penting di sejumlah lokasi di Palestina, misalnya Gibea (Tell el-Fûl, 1922) dan Tell Beit Mirsim (1933–1936).[3]

330px-Tumulus_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumulus 2 (Yerusalem), diteliti oleh W.F. Albright tahun 1923. Lubang penggaliannya masih tampak di atas gundukan.

Dia menikah dengan Dr. Ruth Norton pada tahun 1921 dan mempunyai 4 putra.

Pengaruh

  • Tulisan Dr. Albright di Annual of the American Schools of Oriental Research, tahun 1932, tentang penelitiannya di Tell Bir Mirsim, dan penjabarannya mengenai lapisan Zaman Perunggu dan Besi pada tahun 1938 and 1943, merupakan sumbangsih penting bagi penanggalan lokasi berdasarkan bentuk tembikar, teknik yang masih digunakan sampai sekarang.[4]
  • Sebagai peneliti Alkitab, Dr. Albright melihat tugasnya sebagai arkeolog untuk "memberi keterangan, penjelasan dan, lebih jauh, pembuktian kebenaran Alkitab."[5]. Dia menyatakan bahwa "secara keseluruhan, gambaran di Kitab Kejadian adalah historis, dan tidak ada alasan untuk meragukan keakurasian dari detail riwayat hidup." (contohnya dari orang-orang seperti Abraham). Juga dia menyatakan bahwa arkeologi telah membuktikan ketepatan sejarah dari Kitab Keluaran, dan penyerangan ke tanah Kanaan seperti yang dicatat di Kitab Yosua dan Kitab Hakim-hakim.

Karya

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan