Sabtu, 17 Oktober 2026
03:53 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
William Cobbett

William Cobbett

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "William Cobbett" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
William Cobbett
250px-William_Cobbett.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
William Cobbett
Lahir(1763-03-09)9 Maret 1763
Farnham, Surrey, Inggris
Meninggal18 Juni 1835(1835-06-18) (umur 72)
Normandy, Surrey, Inggris
PekerjaanJurnalis

Aktivis

Politisi
Karier kepenulisan
Karya terkenalRural Rides
Weekly Political Register

William Cobbett (9 Maret 1763 – 18 Juni 1835) adalah seorang jurnalis dan politikus Britania Raya. Ia juga terpilih sebagai anggota parlemen untuk wilayah Oldham.

Pada awal kariernya, ia merupakan pendukung Raja dan Negara, namun nantinya ia bergabung dengan pergerakan radikal. Walaupun ia bukan seorang Katolik, ia mendukung Emansipasi Katolik di Britania. Ia telah menulis banyak polemik mengenai reformasi politik dan agama, tetapi karyanya yang paling dikenal adalah Rural Rides, yang masih dicetak hingga hari ini.

Ia juga sempat berkarier singkat di angkatan bersenjata mulai dari tahun 1783 dan berakhir pada tahun 1791 dengan pangkat terakhir adalah Sersan Mayor di Resimen Infanteri ke-54 (West Norfolk). Selama kariernya yang singkat ia memperoleh pengalaman langsung tentang pelanggaran yang terjadi di kalangan angkatan bersenjata, sebuah topik yang sering ia angkat dalam tulisan-tulisannya.[1]

Mendirikan Weekly Political Register

Pada tahun 1792, ia melakukan perjalanan ke Prancis—yang saat itu dalam cengkraman revolusi—dan enam bulan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Amerika Serikat. Pada tahun 1800—ketika Perang Napoleon berlangsung—ia kembali ke Inggris dan meluncurkan koran Weekly Political Register pada tahun 1801. Tidak seperti koran-koran kelas atas yang hanya bisa dibaca oleh kalangan elite politik, koran milik Cobbett juga dapat dibaca oleh kalangan kelas bawah yang lebih miskin. Pada masa itu, koran milik Cobbett harus bersaing dengan koran-koran yang jauh lebih populer seperti The Times dan The Courier, sementara untuk pesaing utamanya adalah The Morning Chronicle yang penulis-penulisnya dikenal memiliki ide seradikal Cobbett. Namun, hal ini tak menghalangi Weekly Political Register terbitannya menjadi salah satu koran yang paling banyak dibaca pada paruh pertama abad ke-19.[1]

Melalui surat kabar ini, Cobbett terus-menerus mengajukan keberatan terhadap bentuk kesewenang-wenangan dan ketidakadilan yang dialami oleh kelas pekerja pertanian pedesaan dan anggota angkatan bersenjata dengan pangkat rendah. Melalui koran ini pula Cobbett menyampaikan kritiknya terhadap invasi Inggris ke Jawa.[1]

Kritik terhadap invasi ke Jawa

Cobbett mengkritik invasi Inggris ke Jawa adalah sebuah penyerangan yang tidak akan memberikan keuntungan bagi keamanan Inggris, tetapi hanya memberikan keuntungan bagi sebagian kalangan elite politik dan bisnis dan hanya akan menambah kesulitan eknomi orang Inggris dalam jangka panjang. Melalui Weekly Political Register-nya ia terus menyerang pemerintah Inggris dan hubungannya dengan perusahaan-perusahaan besar pada waktu itu, khsususnya EIC, dan menyebut invasi ke Jawa sebagai upaya untuk mendapatkan kekayaan tanpa kerja keras atau usaha.[1]

Cobbett berpendapat upaya Inggris yang terus memperluas wilayah kekuasaan tidak dibarengi dengan kebijakan yang masuk akal untuk membuat wilayah jajahannya mampu memberikan keuntungan bagi Inggris. Ia membandingkan penaklukan yang dilakukan oleh Inggris dengan penaklukan yang dilakukan oleh Prancis di bawah kekuasaan Napoleon yang di mana negara-negara jajahan Prancis harus memasok prajurit, amunisi, dan keuangan untuk memperkuat posisi Napoleon. Sebaliknya, Cobbett menganggap invasi Inggris ke Jawa adalah sebuah serangan yang mahal baik secara ekonomis maupun manusia karena ia merasa bahwa Jawa tidak dapat dipertahankan tanpa kehadiran pasukan Inggris dalam jumlah besar dan orang Jawa tidak akan pernah bersedia untuk memenuhi kebutuhan militer Inggris.[1]

Namun kritik ini masih terdapat kekurangan, terutama dalam hal detail wilayah Jawa dan komposisi pasukan yang melakukan invasi ke Jawa. Cobbett tidak mengetahui kalau pasukan yang melakukan serangan ke Jawa adalah pasukan campuran tentara Inggris dan tentara Sipahi yang mengabdi kepada angkatan bersenjata Inggris dan EIC. Selain itu, ia tidak dapat mendefinisikan secara jelas istilah "Kaisar Jawa" karena ada beberapa kerajaan terkenal di Jawa pada saat itu, seperti Banten dan Cirebon di barat, Surakarta dan Yogyakarta di bagian tengah, dan beberapa kerajaan lain di Madura dan Bali di timur. Ketidakakuratan informasi ini kemungkinan disebabkan oleh lambatnya kedatangan berita dari Jawa dan tidak ada angka pasti mengenai jumlah pasukan yang terlibat.[1]

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai William Cobbett.

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 Carey, P. B. R.; A. Noor, Farish (2022). Ras, kuasa, dan kekerasan kolonial di Hindia Belanda, 1808-1830. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-481-656-8. OCLC 1348391104.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Publikasi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan