Selasa, 03 November 2026
01:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Wilhelm Canaris

Wilhelm Canaris

Bagikan:
Wilhelm Canaris
250px-Wilhelm_Canaris.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laksamana Wilhelm Canaris, Kepala Abwehr.
Julukan"Si Laksamana" (Der Admiral)
Lahir(1887-01-01)1 Januari 1887
Aplerbeck, Kekaisaran Jerman
Meninggal9 April 1945(1945-04-09) (umur 58)
Kamp konsentrasi Flossenbürg, Jerman Nazi 49°44′06″N 12°21′21″E / 49.734958°N 12.35577°E / 49.734958; 12.35577 (Execution Site of 20 July 1944 Plot (Nazi Germany Resistance))
PengabdianKekaisaran Jerman Kekaisaran Jerman (1905–1918)
Republik Weimar Republik Weimar (1919–1933)
Jerman Nazi Jerman Nazi (1933–1945)
Dinas/cabang Kaiserliche Marine
 Kriegsmarine
Lama dinas1905–1945
PangkatLaksamana
KesatuanAbwehr
KomandanKepala Abwehr (1935–1944)
Perang/pertempuran
PenghargaanSalib Besi (Kelas 1 & 2)
Salib Jerman (Perak)
Pasangan
Erika Waag
​
(m. 1919)​
Anak2
Pekerjaan lainAnggota Perlawanan Jerman terhadap Nazisme

Wilhelm Franz Canaris adalah seorang Laksamana dan Kepala Badan Intelijen Militer Jerman (Abwehr) yang menjabat dari Januari 1935 hingga Februari 1944. Meskipun menduduki posisi tinggi dalam hierarki militer Jerman Nazi, Canaris merupakan sosok sentral dalam perlawanan internal terhadap Adolf Hitler. Akibat keterlibatannya dalam upaya penggulingan rezim, ia dieksekusi di Kamp Konsentrasi Flossenbürg pada 9 April 1945, hanya beberapa minggu sebelum berakhirnya Perang Dunia II.

Canaris dikenal memiliki perawakan fisik yang kecil dan pembawaan yang tenang. Selama memimpin Abwehr, ia secara rahasia menjalin komunikasi dengan pihak Sekutu, terutama melalui kontak di London, untuk memberikan peringatan mengenai rencana agresi militer Hitler di Eropa, termasuk rencana invasi ke Cekoslowakia, Polandia, hingga Prancis. Ia berharap Inggris dan Sekutu akan mendukung gerakan konspirasi anti-Nazi di dalam Jerman demi mencegah perang yang lebih luas. Selain memberikan informasi, ia juga memfasilitasi kebutuhan logistik kelompok konspirasi, termasuk menyediakan bahan peledak untuk upaya pembunuhan Hitler.

Dalam operasionalnya, Canaris didukung oleh Deputi Kepala Abwehr, Kolonel Hans Oster, yang juga merupakan penentang keras Nazisme. Di bawah kepemimpinan Canaris dan Oster, Abwehr sering kali bersitegang dengan badan intelijen SS, Sicherheitsdienst (SD), yang dipimpin oleh Reinhard Heydrich. Meski kedua lembaga ini bersaing ketat, Canaris tetap menjaga hubungan personal yang kompleks dan diplomatis dengan perwira tinggi SS seperti Walter Schellenberg, yang merupakan tangan kanan Heydrich.

Rujukan

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan