Rabu, 28 Oktober 2026
13:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kota Administratif Watampone

ibukota Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang wilayah administratif di Indonesia dalam kurun waktu 1991–2003. Untuk kelurahan di Sulawesi Selatan, lihat Watampone, Tanete Riattang, Bone.
Kota Administratif Watampone
1991–2003
StatusKota administratif
Ibu kotaWatampone
Bahasa umum
Kelompok etnik Bugis (dominan)
Agama Islam (mayoritas)
Sejarah 
• Didirikan
2 Oktober 1991
• Dibubarkan
8 Juli 2003
Luas
• Total
126,35 km2 (48,78 sq mi)

Kota Administratif Watampone adalah kota administratif yang pernah ada di Indonesia dengan wilayah induk Bone, Sulawesi Selatan.[1] Sebelum ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, Watampone merupakan nama dari sebuah desa di Kabupaten Bone. Pada tahun 2003, Watampone bergabung kembali dengan wilayah induk Bone sebagai sebuah ibu kota kabupaten sekaligus salah satu kelurahan di Tanete Riattang, Bone.[2]

Pemerintahan

Pembagian administratif

  1. Kecamatan Tanete Riattang
    1. Kelurahan Biru
    2. Kelurahan Ta (pusat pemerintahan kecamatan)
    3. Kelurahan Watampone (pusat pemerintahan kota administratif)
    4. Kelurahan Bukaka
    5. Desa Pappolo
  2. Kecamatan Tanete Riattang Barat
    1. Desa Macege
    2. Desa Mattiro Walie
    3. Desa Macanang (pusat pemerintahan kecamatan)
    4. Desa Majang
    5. Desa Bulu Tempe
  3. Kecamatan Tanete Riattang Timur
    1. Desa Bajoe (pusat pemerintahan kecamatan)
    2. Desa Cellu
    3. Desa Panyula
    4. Desa Waetuo
    5. Desa Pallette

Wali kota administratif

Sebelum menjadi sebuah kota, Watampone merupakan kota administratif dan merupakan bagian dari Kabupaten Bone.

№ Potret Wali Kota AdministratifMulai jabatanAkhir jabatanLama menjabatOrsospol[a]Ref
1
Andi Baso Mahmud
Mahmud, Andi BasoAndi Baso Mahmud17 Juni 1992Tidak diketahuiTidak diketahui Golkar[4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 1991". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 16 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2003". Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 16 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Golkar Bukan Hanya Milik Pegawai Negeri". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1986-08-01. Diakses tanggal 2024-05-17.
  4. ↑ "Nama Walikotatif Watampone Masih Diproses di Jakarta". Fajar. Watampone: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1992-03-13. hlm. 4. Diakses tanggal 2024-01-25.
  5. ↑ "Tidak Perlu Proses, Pelanggaran Kampanye Ketiga OPP Seimbang". Bali Post. Ujungpandang: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1992-06-19. hlm. 1. Diakses tanggal 2024-01-25.

Catatan

  1. ↑ Golongan Karya merupakan organisasi sosial politik nonpartai selama kurun waktu 1964 sampai 1998. Golkar adalah rumpun golongan karya yang membawahi beberapa Kelompok Induk Organisasi (KINO), termasuk Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang di antaranya adalah pegawai negeri sipil.[3] Seluruh pejabat di masa ini dahulu merupakan seorang birokrat di Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia yang "dikaryakan" sebagai wali kota administratif sekaligus sebagai anggota Golkar.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan