Senin, 02 November 2026
15:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Wanasaba, Lombok Timur

kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Bagikan:
Wanasaba
Koordinat: 8°34′04″S 116°34′02″E / 8.56783423°S 116.56724581°E / -8.56783423; 116.56724581
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat
KabupatenLombok Timur
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total- jiwa
Kode Kemendagri52.03.14 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS5203091 Suntingan nilai di Wikidata
Luas- km²
Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan-
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Wanasaba%2C_Lombok_Timur&revid=24220879&groups=_fb8b3568207c200977627624ce5e70899d12726f&parser=parsoid
Untuk kegunaan lain, lihat Wanasaba (disambiguasi).

Wanasaba adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Sejarah Desa Wanasaba

  • Pada akhir abad ke-12 kepatihan Aria Banjar Getas runtuh, Raja Selaparang membangun suatu tempat musyawarah/bersaba-saba yang bernama Wanaseba, Wana artinya Hutan Seba yang berarti Musyawarah jadi Wanaseba dengan kebiasaan lidah berubah sebutan menjadi Wanasaba.
  • Kemudian pada akhir abad 13 Kerajaan Selaparang runtuh akibat serangan secara mendadak oleh pasukan Raja Karang Asem Bali. dengan runtuhnya kerajaan selaparang memaksa keluarga kerajaan mengungsi dan berpindah ke berbagai Desa antara lain ada yang ke-Wanasaba dan ada yang ke-Masbagik dan lain-lain kemudian membentuk Raja-Raja kecil yang disebut Datu. (baca selengkapnya).
  • Pada awal abad ke 14 Putra-Putra dari Raden Wiradipati Tanjung salah satunya adalah Raden Prinuk hijrah dari selaparang ke pesanggerahan Wanasaba yang sudah barang tentu diikuti oleh kaula beliu yang setia. Kemudian pada tahun 1472 Putra dari Raden Prinuk bernama Raden Wira Sejanggi membentuk suatu pemerintahan pada waktu itu disebut dengan Datu dan dia menjadi Datu pertama dengan gelar Raden Wiradipayas pertama, memerintah dari tahun 1472-1530 M (58 Th).
  • Setelah dia wafat pada tahun 1530, maka dia diganti oleh putranya yang bernama Raden Wiradipati Tuban sebagai datu yang ke dua memerintah selama 61 tahun sejak tahun 1531-1592 secara turun temurun. Pemerintahan pada masa itu terus berlangsung, setelah dia wafat diganti oleh Raden Wirasinggih selama 80 tahun sejak tahun 1593-1673 sebagai datu yang ke tiga. kemudian setelah itu dia diganti oleh Raden Wiradipayas Dua memerintah selama 82 Tahun sejak tahun 1674-1756 sebagai Datu yang ke empat.
  • Setalah wafatnya dia maka diganti oleh Raden Wiradipati yang masa pemerintahannya selama 66 tahun sejak tahun 1757-1823, dia merupakan datu yang ke-lima. Seetelah dia Wafat pada tahun 1823 kemudian diganti oleh Raden Nuna Wira Candra Satu merupakan datu yang ke-enam atau yang terahir memerintah selama 50 Tahun dari tahun 1824-1874 dan setelah wafatnya Datu tuan yang ke enam ini, kedatuan berubah menjadi Desa.
  • Dengan adanya pengalihan setatus dari Kedatuan menjadi Desa Maka pemimpin pun tidak disebut sebgai Datu melainkan menjadi Kepala Desa. Kepala Desa yang pertama yaitu LALU KERTIAJA PUTRA dari Raden Muhammad Ali Tahar memerintah selama 15 Tahun sejak tahun 1875-1890, kemudian dia diganti oleh Kepala Desa yang ke-dua adalah RADEN NUNA WIRACANDRA DUA memerintah selama 30 Tahun sejak tahun 1891-1921, setelah dia wafat diganti oleh LALU ARYA JAYA alias MAMIQ MISRIL memerintah selama empat tahun sejak tahun 1926-1930 menjadi Kepala Desa yang ke-tiga, setelah itu dia diganti oleh H. LALU UMAR memerintah selama 28 tahun sejak tahun 1931-1959 menjadi Kepala Desa yang ke- empat, setelah dia wafat diganti oleh LALU SAYUTI memerintah selama satu tahun sejak tahun 1960-1961menjadi Kepala Desa yang ke- Enam, kemudian dia diganti oleh H. LALU MUH. AMINULLAH memerintah selama 20 tahun sejak tahun 1962-1982 menjadi Kepala Desa yang ke- Tujuh.
  • Pada masa awal pemerintahan dia Desa Wanasaba dimekarkan menjadi dua Desa yaitu Desa Karang Baru dengan Kepala Desa pertama LALU BAHAR. Karena adanya peraturan pemerintah pada masa Orde Baru maka H. LALU MUH. AMINULLAH habis masa jabatannya berdasarkan peraturan yang berlaku, kemudian dia digantikan oleh adiknya yang bernama H. LALU NASRI UMAR memerintah selama 2 Priode yaitu selama 17 Tahun dari tahun 1983-2000 menjadi Kepala Desa yang ke-Delapan, setelah itu diganti oleh H.M. RUSLI SIBANG memerntah selama satu Priode 5 Tahun sejak Tahun 2001-2006, kemudian dia diganti oleh LALU SAIFULLAH, SP yang merupakan Putra dari H. LALU Muh AMINULLAH memerintah sejak Bulan Juli Tahun 2006 sampai sekarang.[1]

Referensi

  1. ↑ Sumber: wanasaba.blogspot.com, diposting oleh zines doelank (19-07-2013).


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan