Kamis, 24 September 2026
21:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Ikan tapah

Ikan tapah

genus ikan

Ikan tapah
250px-Wallago_attu_71095517.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tapah putih, Wallago attu
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Siluridae
Genus: Wallago
Bleeker, 1851
Spesies

Lihat teks

Sinonim
  • Silurodon Kner, 1866
Artikel takson sembarang

Wallago,[1] atau disebut ikan tapah,[2] adalah genus dari ordo ikan berkumis (Siluriformes) dalam famili siluridae pemakan daging berukuran besar dari Asia tenggara dan selatan.[1] Kini tercatat ada 1 jenis anggotanya yang terkonfirmasi yaitu tapah asia (Wallago attu).

Nama "tapah" diambil dari nama kota di negeri Perak, Indonesia yang dikenal sebagai tempat ditemukannya banyak Wallago attu.[butuh rujukan] Ikan tapah memiliki panjang tubuh yang dapat mencapai 1,5 meter dan dapat mencapai bobot sebesar 35 kg.[3] Ikan ini biasanya memakan krustasea serta ikan-ikan kecil lainnya.[4]

Taksonomi

Monofili dari genus ini ambigu dan tidak dapat didiagnosis berdasarkan sinapomorfi apapun.[1][5]

Habitat dan persebaran

Ikan ini banyak di temukan diperairan air tawar juga tidak jarang ditemukan pada saat pengaruh pasang surut air di beberapa negara, seperti India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, Afghanistan, Indonesia, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Masyarakat India menyebut ikan ini dengan sebutan “Boal / Boali / Boallee / Barhari / Poil”.[4]

Status ancaman

Seiring perkembangan zaman populasi ikan tapah mulai berkurang. Hal ini dikarenakan degradasi lingkungan, polusi dan kurangnya pengelolaan yang tepat juga merupakan faktor semakin berkurangnya populsi.[4] IUCN RedList telah menetapkan bahwa ikan tapah masuk ke dalam Near Threatened.[6]

Daftar spesies

Saat ini, terdapat dua spesies yang diketahui:

Species inquirenda

Sejak lama, genus Wallago memiliki beberapa spesies lain seperti Wallagonia leerii, Wallagonia maculatus, dan Wallagonia micropogon. Namun, setelah diteliti lebih lanjut maka diketahui ketiga spesies tersebut masuk dalam genus Wallagonia, serta genus Wallago hanya terdiri dari Wallago attu dan Wallago maemohensis yang telah punah.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 Ng, H.H. (2004). "Wallago micropogon: A New Species of Silurid Catfish (Teleostei: Siluridae) from Mainland Southeast Asia". Copeia. 2004 (1): 92–97. doi:10.1643/ci-02-192r3. S2CID 86284820.
  2. Iman, Mustafa (30 Mei 2022). "Ikan Tapah, Ikan Air Tawar Raksasa yang Hidup di Sungai-Sungai Indonesia". goodnewsfromindonesia.id. Diakses tanggal 25 November 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Kottelat, M.A.J., Whitten, S. N, Sari K. dan Wirjoatmojo. 1993. Ikan Air Tawar di Perairan Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Limited bekerjasama dengan Proyek EMDi. Kantor Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup RI, Jakarta.
  4. 1 2 3 Gupta, S. 2015. Wallago attu (Bloch and Schneider, 1801), a threatened catfish of Indian waters. International Journal of Research in Fisheries and Aquaculture 2015: 5(4): 140-142.
  5. Roberts, T.R. (1982). "Systematics and Geographical Distribution of the Asian Silurid Catfish Genus Wallago, with a Key to the Species". Copeia. 1982 (4): 890–894. doi:10.2307/1444099. JSTOR 1444099.
  6. http://www.iucnredlist.org/details/166468/0.
  7. "Wallago hexanema". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. July 2014 version. N.p.: FishBase, 2014.
  8. Roberts, Tyson R. (2014-04). "Wallago Bleeker, 1851 and Wallagonia Myers, 1938 (Ostariophysi, Siluridae), Distinct Genera of Tropical Asian Catfishes, with Description of † Wallago maemohensis from the Miocene of Thailand". Bulletin of the Peabody Museum of Natural History (dalam bahasa Inggris). 55 (1): 35–47. doi:10.3374/014.055.0103. ISSN 0079-032X.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan