Senin, 19 Oktober 2026
07:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Wallabha

Wallabha

Bagikan:
250px-Shri_mahaprabhuji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sri Wallabhacarya.

Wallabha (1479–1531) adalah seorang filsuf Hindu, yang mendirikan sekte Pushti di India,[1] mengikuti filsafat Shuddha advaita[2][3] (Nondualisme murni). Wallabha menerima gelar 'Acarya' dari Wisnuswami Sampradaya (Rudra Sampradaya) atas permohonan Bilvamangala Acharya, acarya Wisnuswami Sampradaya terakhir sebelum Wallabha. Hal ini disebabkan karena Wallabha memenangkan debat tentang Brahmavad. Selain menjadi acarya Wisnuswami Sampradaya, Wallabha juga menyebarkan Pushtimarg atas perintah Dewa Kresna sehingga dia tidak hanya menjadi acarya dalam Wisnuswami Sampradaya, tetapi juga Pushti Sampraday.

Ia merupakan Acarya dan Guru dalam tradisi Waisnawa seperti yang diajarkan dan ditentukan filsafat Wedanta. Dia dihubungkan dengan Wisnuswami,[4] acarya penting dari Rudra Sampradaya di antara salah satu sampradaya Waisnawa.[5] Dalam filsafat India, ia dikenal sebagai penulis enam belas 'stotra' (risalat) dan menciptakan beberapa tafsiran tentang Bhagawatapurana, yang menggambarkan berbagai lila (masa lalu) Kresna awatara. Wallabha menempati posisi unik dalam budaya India sebagai seorang sarjana, filsuf, dan pengajar bhakti. Ia dikenal luas sebagai yang terakhir di antara empat acarya Waisnawa teragung yang mendirikan berbagai aliran Waisnawa berdasarkan filsafat Wedanta, yang lainnya (sebelum dia) adalah Ramanuja, Madhwa, dan Nimbarka. Khususnya ia dikenal sebagai pecinta dan penyebar Bhagawata dharma. Ia lahir di Champaranya, India.

Catatan kaki

  1. ↑ Shah, J.G. (1969). Shri Vallabhacharya: His Philosophy and Religion. Pushtimargiya Pustakalaya.
  2. ↑ "Shuddha-advaita Brahmvaad - Philosophy of Shree Vallabhacharyaji". Kankroli based Shri Vakpati Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2007-06-06.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  3. ↑ Sharma, Govardhana (1993-01). Vedanta Cintamanih of Bharatamartanda Pandita. Param Publications. ISBN 8186045007.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan); Periksa nilai |authorlink=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=; Tautan eksternal dalam |authorlink=
  4. ↑ Beck, G.U.Y.L. (2005). "Krishna as Loving Husband of God". Alternative Krishnas: Regional and Vernacular Variations on a Hindu Deity. SUNY Press. ISBN 9780791464151. Diakses tanggal 2008-04-12.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  5. ↑ Sharma, V.P. (1998). The Sadhus and Indian Civilisation. Anmol Publications PVT. LTD.
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan