Wakil Duta Besar atau Deputy Chief of Mission (DCM) adalah pejabat diplomatik senior yang membantu kepala perwakilan diplomatik, terutama duta besar, dalam menjalankan tugas sebuah kedutaan besar. Dalam banyak perwakilan diplomatik, wakil duta besar merupakan pejabat dengan kedudukan tertinggi kedua setelah duta besar dan berperan dalam mengoordinasikan kegiatan sehari-hari perwakilan. Dalam beberapa negara, jabatan ini juga dikenal dengan istilah Deputy Head of Mission (DHoM) atau Deputy Ambassador.[1]
Istilah dan struktur jabatan wakil duta besar berbeda-beda menurut negara. Seorang pejabat yang menjalankan fungsi tersebut dapat memiliki pangkat diplomatik seperti menteri, menteri-konselor, konselor, atau pangkat diplomatik lainnya. Pada beberapa perwakilan yang lebih kecil, jabatan wakil kepala perwakilan bahkan tidak selalu tersedia. Pemerintah Britania Raya, misalnya, menggunakan istilah Deputy Head of Mission dan menjelaskan jabatan tersebut sebagai diplomat senior yang menjadi penasihat utama duta besar serta bertanggung jawab atas pengelolaan sehari-hari kedutaan.[2]
Kedudukan
Wakil duta besar pada umumnya merupakan pejabat nomor dua dalam suatu kedutaan besar. Ia bekerja di bawah arahan duta besar dan membantu menerjemahkan kebijakan serta arahan kepala perwakilan menjadi kegiatan operasional. Dalam struktur tertentu, wakil duta besar dapat mengoordinasikan berbagai bagian kedutaan, termasuk bagian politik, ekonomi, pertahanan, perdagangan, kebudayaan, konsuler, komunikasi publik, dan kerja sama pembangunan.
Kedudukan wakil duta besar tidak sepenuhnya seragam. Sebutan Deputy Chief of Mission lebih menekankan fungsi sebagai wakil kepala perwakilan, sedangkan pangkat diplomatiknya ditentukan oleh negara pengirim. Karena itu, dua pejabat yang sama-sama berfungsi sebagai wakil kepala perwakilan dapat memiliki gelar diplomatik yang berbeda.
Tugas dan fungsi
Tugas utama wakil duta besar adalah membantu duta besar dalam mengelola perwakilan diplomatik. Ia dapat memimpin rapat internal, mengoordinasikan pekerjaan antarbagian, memberikan nasihat kepada duta besar mengenai perkembangan politik dan ekonomi negara penerima, serta memastikan komunikasi antara kedutaan dan pemerintah negara pengirim berjalan dengan baik.
Wakil duta besar juga dapat mewakili duta besar dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah negara penerima, organisasi internasional, lembaga swasta, maupun masyarakat. Dalam praktiknya, wakil kepala perwakilan sering menangani berbagai urusan administratif dan diplomatik sehari-hari sehingga duta besar dapat lebih berfokus pada hubungan tingkat tinggi dan tugas representasi.
Dalam beberapa sistem diplomatik, wakil duta besar juga berperan dalam mengoordinasikan seluruh unsur pemerintah negara pengirim yang bekerja di negara penerima. Amerika Serikat, misalnya, menempatkan Deputy Chief of Mission sebagai salah satu pejabat utama dalam koordinasi unsur-unsur pemerintah Amerika Serikat di negara tempat kedutaan berada.[3]
Pengganti duta besar
Apabila duta besar tidak dapat menjalankan tugasnya, wakil duta besar sering menjadi pejabat yang mengambil alih pengelolaan sementara perwakilan. Namun, jabatan wakil duta besar dan Chargé d’Affaires ad interim tidak selalu merupakan jabatan yang sama.
Chargé d’Affaires ad interim adalah pejabat yang secara sementara menjalankan fungsi kepala perwakilan ketika jabatan kepala misi kosong atau kepala misi tidak dapat menjalankan tugasnya. Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik 1961 menetapkan bahwa dalam keadaan tersebut seorang chargé d’affaires ad interim menjalankan fungsi kepala misi secara sementara dan penunjukannya diberitahukan kepada kementerian luar negeri negara penerima.[4]
Dalam praktik sejumlah negara, wakil duta besar merupakan pejabat yang ditunjuk untuk menjalankan fungsi tersebut. Amerika Serikat, misalnya, menetapkan bahwa Deputy Chief of Mission umumnya mengambil alih tanggung jawab perwakilan ketika kepala perwakilan tidak hadir atau tidak mampu menjalankan tugasnya. Britania Raya juga menjelaskan bahwa Deputy Head of Mission dapat mewakili kepentingan negaranya sebagai Chargé d’Affaires ketika duta besar tidak berada di tempat.[5]
Hubungan dengan duta besar
Duta besar tetap merupakan kepala resmi perwakilan diplomatik. Wakil duta besar tidak menggantikan kedudukan duta besar secara permanen, melainkan membantu menjalankan fungsi perwakilan dan mengambil alih tugas tertentu sesuai dengan kewenangan yang diberikan.
Hubungan kerja antara duta besar dan wakilnya biasanya bersifat hierarkis sekaligus koordinatif. Duta besar menetapkan arah umum perwakilan sesuai kebijakan luar negeri negaranya, sementara wakil duta besar membantu memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, wakil duta besar dapat diberikan tanggung jawab khusus atas bidang tertentu atau memimpin perwakilan ketika duta besar sedang melakukan perjalanan dinas.
Gelar dan istilah
Berbagai negara menggunakan istilah yang berbeda untuk jabatan yang pada dasarnya memiliki fungsi serupa, antara lain:
| Negara atau sistem | Istilah yang umum digunakan |
|---|---|
| Amerika Serikat | Deputy Chief of Mission (DCM) |
| Britania Raya | Deputy Head of Mission (DHoM) |
| Beberapa negara | Deputy Ambassador |
| Beberapa perwakilan | Minister and Deputy Head of Mission |
Istilah Minister atau Minister-Counsellor dalam sejumlah negara merupakan pangkat diplomatik, bukan selalu nama fungsi wakil duta besar. Karena itu, seorang pejabat dapat sekaligus memiliki pangkat Minister dan menjalankan fungsi sebagai Deputy Head of Mission.
Dalam kedutaan besar
Dalam struktur umum sebuah kedutaan besar, susunan pejabat dapat digambarkan sebagai berikut:
- Duta Besar — kepala perwakilan diplomatik.
- Wakil Duta Besar — pejabat senior yang membantu dan dapat menggantikan kepala perwakilan untuk sementara.
- Menteri/Konselor — pejabat diplomatik senior yang biasanya memimpin bidang atau bagian tertentu.
- Sekretaris diplomatik — diplomat yang menangani bidang-bidang tertentu sesuai tingkatannya.
- Atase — pejabat yang menangani bidang khusus, seperti pertahanan, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, atau informasi.
Struktur tersebut tidak berlaku secara identik bagi semua negara. Pangkat, jumlah pejabat, nama jabatan, serta pembagian tugas dapat berbeda berdasarkan hukum nasional dan organisasi kementerian luar negeri masing-masing negara.
Perbedaan dengan Chargé d’Affaires
| Aspek | Wakil Duta Besar | Chargé d’Affaires ad interim |
|---|---|---|
| Sifat jabatan | Jabatan tetap dalam struktur internal perwakilan | Fungsi sementara sebagai kepala perwakilan |
| Kedudukan | Umumnya pejabat senior nomor dua | Menjadi kepala perwakilan untuk sementara |
| Hubungan dengan duta besar | Membantu duta besar | Menggantikan kepala perwakilan ketika diperlukan |
| Masa tugas | Sesuai penempatan diplomatik | Sampai kepala perwakilan kembali atau kepala baru menjalankan tugas |
| Status | Bergantung pada sistem negara pengirim | Fungsi yang diakui dalam praktik diplomatik internasional |
Dengan demikian, seorang wakil duta besar dapat merangkap sebagai Chargé d’Affaires ad interim, tetapi kedua istilah tersebut merujuk pada fungsi yang berbeda.
Lihat pula
- Duta besar
- Diplomasi
- Kedutaan besar
- Hubungan diplomatik
- Chargé d’affaires
- Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik
Referensi
- ↑ "Deputy Chief of Mission (DCM)". National Museum of American Diplomacy.
- ↑ "Deputy Head of Mission to Indonesia and Timor-Leste". Government of the United Kingdom.
- ↑ "Organization and Structure". U.S. Department of State.
- ↑ "Vienna Convention on Diplomatic Relations, 1961" (PDF). United Nations.
- ↑ "3 FAM 1423 — Designation of Officer in Charge". U.S. Department of State.
```