Selasa, 20 Oktober 2026
08:39 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Wahono Sumaryono

akademisi asal Indonesia

Bagikan:
Wahono Sumaryono
Rektor Universitas Pancasila
Masa jabatan
17 Maret 2014 –28 Mei 2021
PendahuluEdie Toet Hendratno
PenggantiEdie Toet Hendratno
Informasi pribadi
Lahir(1954-01-21)21 Januari 1954
Meninggal25 Mei 2021(2021-05-25) (umur 67)
Anak2
AlmamaterUniversitas Airlangga
Technische Universität Carolo-Wilhelmina zu Braunschweig
Pekerjaan

Wahono Sumaryono (21 Januari 1954 – 25 Mei 2021) adalah seorang akademisi dan Rektor Universitas Pancasila periode 2014 - 2021. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi, Univesitas Pancasila dan menjadi Komisaris PT Kimia Farma Tbk periode 2011 - 2020.[1] Selain itu, Prof. Wahono juga pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) periode 2000 - 2010, serta komisaris PT PAL Indonesia periode 2001 - 2011. Di Tahun 2008, ia sempat mengemban jabatan sebagai Plt. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Pendidikan

Wahono mendapatkan gelar sarjana dan profesi apoteker dari Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya pada tahun 1980. Kemudian, ia mendapatkan gelar doktor di bidang biologi-farmasi dari Fakultas Naturwissenschaft- Technische Universitaet Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Jerman pada tahun1990.[2]

Karier

Setelah lulus sarjana, Wahono mengawali kariernya dengan bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat itu diketuai oleh B.J. Habibie. Setelah tiga tahun berkarier, ia mendapat kesempatan untuk pelatihan ke Jepang. Di sana, ia belajar tentang aplikasi radiasi untuk medis dan biologis. Dua tahun kemudian, ia pindah ke Jerman untuk melanjutkan pendidkan dengan beasiswa overship fellowship, program pinjaman pemerintah Indonesia dari Bank Dunia.[3]

Setelah menyelesaikan pendidikan magister dan doktor di Jerman, ia bekerja sebagai dosen tidak tetap di Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila. Secara bersamaan, ia juga tetap bekerja di BPPT. Pada tahun 1992 - 1998, dia ditunjuk sebagai Kepala Sub Direktorat Teknologi Farmasi dan Medika hingga menjadi direktur. Setelah itu, Wahono diangkat sebagai Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.[3]

Pada tahun 2001, ia resmi ditunjuk sebagai komisaris di PT PAL selama dua periode dari 2001 - 2011. Setelah itu, di tahun yang sama Wahono dipercaya sebagai komisaris di PT Kimia Farma hingga tahun 2020. Pada 2007 saat menjabat sebagai komisaris di PT PAL, ia dilantik sebagai guru besar di bidang kimia bahan alam oleh Universitas Pancasila dan terpilih sebagai dekan Fakultas Farmasi. Pada tahun 2014, Wahono resmi terpilih sebagai rektor Universitas Pancasila.

Selain menjadi rektor, Wahono diketahui menjabat sebagai co-promotor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Indonesia. Di samping itu, ia juga menjabat sebagai dosen luar biasa Universitas Airlangga.

Wafat

Wahono meninggal dunia pada Selasa, 25 Mei 2021 pukul 18.50 WIB di Rumah Sakit Dharmais.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Agency, ANTARA News. "Wahono Sumaryono dilantik menjadii Rektor Universitas Pancasila". ANTARA News Megapolitan. Diakses tanggal 2025-03-07.
  2. ↑ Saleh, Rahmayulis (2014-03-17). "Wahono Sumaryono Dilantik Jadi Rektor Universitas Pancasila". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-03-07.
  3. 1 2 "Alumnipedia - Wahono Sumaryono". alumnipedia.unair.ac.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-07.
  4. ↑ Aco, Hasanudin. Aco, Hasanudin (ed.). "Rektor Universitas Pancasila Prof Dr Wahono Sumaryono Meninggal Dunia". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-03-04.
  5. ↑ "Rektor Universitas Pancasila Periode 2014-2021, Prof. Dr. Apt. Wahono Sumaryono Meninggal Dunia". indoposco.id. 2021-05-26. Diakses tanggal 2022-04-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan