Minggu, 27 September 2026
15:36 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Vajira

Vajira
Permaisuri Kekaisaran Magadha
Berkuasaskt. 492-460 SM
AyahPasenadi
PasanganAjatashatru
KeturunanUdayibhadra[1]
WangsaHariyanka (oleh pernikahan)
Ikshvaku (oleh kelahiran)
AgamaAgama Buddha

Vajira (juga disebut Vajirakumari) merupakan Permaisuri Kekaisaran Magadha sebagai permaisuri utama Kaisar Ajatasatru.[2] Ia adalah ibunda penerus suaminya, Kaisar Udayibhadra.[3]

Vajira lahir sebagai putri Kerajaan Kosala dan putri Raja Pasenadi dan Ratu Mallika. Ia juga adalah keponakan ibu mertuanya, Permaisuri Kosala Devi,[4] istri pertama dan kepala istri Raja Bimbisara dan saudari Raja King Pasenadi.

Kehidupan

Kelahiran

Vajira atau Vajirakumari lahir dari ratu kepala Pasenadi, Mallika. Menurut tradisi Bahasa Pali, ibundanya adalah seorang putri cantik pembuat karangan bunga Kosala.[5] Saat sang putri lahir, ayahandanya rupanya kecewa mendengar bayi yang lahir adalah seorang bayi perempuan, tetapi Siddhartha Gautama meyakinkannya bahwa wanita terkadang lebih bijak daripada pria.[5]

Pernikahan

Peristiwa yang menyebabkan pertunangan dan akhirnya pernikahan dengan Ajatashatru adalah bahwa suaminya berperang melawan kerajaan ayahandanya setelah kematian Bimbisara, penyebab konflik tersebut merupakan pendapatan dari warisan Kashi, yang diberikan sebagai mahar kepada Kosala Devi dalam pernikahannya dengan Bimbisara. Setelah kematian Kosala Devi, Pasenadi segera menyita pendapatan dari warisan Kashi, yang telah diselesaikan kepadanya sebagai "jarum uang", ini mengakibatkan permusuhan di antaranya dan Ajatashatru.[6]

Duel di antara Ajatashatru dan ayahandanya adalah urusan yang berkepanjangan, yang menguntungkan setiap kombatan. Padahal, Pasenadi tampil sebagai pemenang, dan sepakat dengan keponakannya. Ia menyerahkan Vajira yang berusia tujuh belas tahun kepadanya.[6][7] Warisan Kashi, yang menjadi alasan konflik, diberikan kepada putrinya, Vajira, sebagai bagian dari maharnya di dalam pernikahannya dengan Ajatashatru. Pasenadi juga menugaskan pendapatan dari wilayah Kashi ke Vajira.[8]

Referensi

  1. ↑ Buddhist Council of Ceylon, Ceylon. Ministry of Cultural Affairs, Sri Lanka. Bauddha Kaṭayutu Depārtamēntuva (1963). Encyclopaedia of Buddhism. Govt. of Ceylon. hlm. 316.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Sen, Sailendra Nath (1999). Ancient Indian history and civilization (Edisi Second). New Delhi: New Age International. hlm. 113. ISBN 9788122411980.
  3. ↑ Mukherjee, Hemchandra Raychaudhuri. With a commentary by B. N. (2005). Political History of Ancient India : From the accession of Parikshit to the extinction of the Gupta dynasty (Edisi 6. impression.). Oxford University Press. hlm. 190. ISBN 9780195643763.
  4. ↑ Jayapalan, N. (2001). History of India. New Delhi: Atlantic. hlm. 52. ISBN 9788171569281.
  5. 1 2 Alex Wayman & Hideko Wayman (1990). The lion's roar of Queen Śrīmālā : a Buddhist scripture on the Tathāgatagarbha theory (Edisi 1. Indian). Motilal Banarsidass Publ. hlm. 3. ISBN 9788120807310.
  6. 1 2 Tripathi, Rama Shankar (1942). History of Ancient India (Edisi 1st. ed., repr.). Delhi: Motinal Banarsidass. hlm. 95. ISBN 9788120800182.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  7. ↑ Manoj Kumar Pal (2008). Old Wisdom and New Horizon. Viva Books Private Ltd. hlm. 162.
  8. ↑ The Journal of the Bihar Research Society. Bihar Research Society. 1945. hlm. 127.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan