Rabu, 23 September 2026
14:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Kitagawa Utamaro

Kitagawa Utamaro

Seniman Jepang

250px-Ase_o_fuku_onna2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar dengan menggunakan teknik cukil kayu (woodblock print): Seorang wanita yang menyeka keringat

Kitagawa Utamaro adalah seniman ukiyo-e (seni cukil kayu) di Jepang pada akhir abad ke-18.[1][2] Ia dianggap oleh para kritikus kontemporer sebagai seniman terbesar Jepang.[3] Ia terutama dikenal dalam karyanya mengenai perempuan yang disebut sebagai bijinga.[2] Ia juga menghasilkan seni terkait studi alam, khususnya buku ilustrasi serangga.[2] Karyanya mencapai Eropa pada abad ke-19 saat ia menjadi populer di Prancis.[2] Ia dipengaruhi oleh impresionis Eropa, dalam hal penekanan cahaya dan bayangan.[2]

Karier

Di usia kira-kira 20 tahun, Kitagawa Utamaro menjadi seniman profesional dengan mambuat Kabuki Playbook pada tahun 1775 yang diterbitkan dengan nama samaran Toyoaki.[2] Lalu, ia menghasilkan sejumlah gambar aktor dan prajurit dalam teater.[2] Pada tahun 1781, ia mengubah namanya menjadi Utamaro dan mulai melukis dan merancang seni cukil kayu terkait perempuan.[2] Pada tahun 1783 ia bekerja sama dengan penerbit Tsutaya Juzaburo dan menerbitkan beberapa ilustrasi buku.[1] Sejak 1791 karya Utamaro terkonsentrasi pada potret tunggal perempuan. Ia mengambil modelnya dari jalan atau dari distrik Yoshiwara.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Utamaro Kitagawa". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Utamaro". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
  3. "Kitagawa Utamaro Facts". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan