Minggu, 27 September 2026
21:54 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kitagawa Utamaro

Kitagawa Utamaro

Seniman Jepang

250px-Ase_o_fuku_onna2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar dengan menggunakan teknik cukil kayu (woodblock print): Seorang wanita yang menyeka keringat

Kitagawa Utamaro adalah seniman ukiyo-e (seni cukil kayu) di Jepang pada akhir abad ke-18.[1][2] Ia dianggap oleh para kritikus kontemporer sebagai seniman terbesar Jepang.[3] Ia terutama dikenal dalam karyanya mengenai perempuan yang disebut sebagai bijinga.[2] Ia juga menghasilkan seni terkait studi alam, khususnya buku ilustrasi serangga.[2] Karyanya mencapai Eropa pada abad ke-19 saat ia menjadi populer di Prancis.[2] Ia dipengaruhi oleh impresionis Eropa, dalam hal penekanan cahaya dan bayangan.[2]

Karier

Di usia kira-kira 20 tahun, Kitagawa Utamaro menjadi seniman profesional dengan mambuat Kabuki Playbook pada tahun 1775 yang diterbitkan dengan nama samaran Toyoaki.[2] Lalu, ia menghasilkan sejumlah gambar aktor dan prajurit dalam teater.[2] Pada tahun 1781, ia mengubah namanya menjadi Utamaro dan mulai melukis dan merancang seni cukil kayu terkait perempuan.[2] Pada tahun 1783 ia bekerja sama dengan penerbit Tsutaya Juzaburo dan menerbitkan beberapa ilustrasi buku.[1] Sejak 1791 karya Utamaro terkonsentrasi pada potret tunggal perempuan. Ia mengambil modelnya dari jalan atau dari distrik Yoshiwara.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Utamaro Kitagawa". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Utamaro". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
  3. ↑ "Kitagawa Utamaro Facts". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan