Kamis, 08 Oktober 2026
09:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Urutan kata

Bagikan:
Tipologi linguistik
Morfologi
Isolatif
Sintetis
Polisintetis
Inflektif
Aglutinatif
Morfosintaksis
Urutan kata

Dalam linguistik, urutan kata adalah penempatan kata dalam deretan tertentu menurut norma suatu bahasa, baik dalam tingkat kalimat dan klausa, maupun dalam tingkat frasa.[1] Beberapa bahasa memiliki urutan kata yang relatif kaku untuk menyampaikan makna gramatikalnya, sedangkan beberapa bahasa lain mengizinkan keluwesan terutama untuk menyampaikan informasi pragmatis seperti untuk penyampaian topik atau penekanan tertentu. Namun, sebagian besar bahasa memiliki suatu urutan kata yang lebih dipilih untuk digunakan.[2]

Subjek, verba, objek

Bagi sebagian besar bahasa, urutan kata dasar dapat diperikan dalam verba (V) dan argumennya: subjek (S) dan objek (O). Ada enam urutan kata dasar untuk kalimat transitif: subjek-verba-objek (SVO), subjek-objek-verba (SOV), verba-subjek-objek (VSO), verba-objek-subjek (VOS), objek-subjek-verba (OSV), serta objek-verba-subjek (OVS). Mayoritas bahasa di dunia menggunakan urutan kata SVO (termasuk bahasa Indonesia[3]) atau SOV, dengan sejumlah kecil, tetapi cukup penting, bahasa menggunakan urutan kata VSO. Tiga urutan kata lain sangat jarang ditemukan dengan urutan (dari yang terbanyak penggunaannya) sebagai berikut: VOS, OSV, dan OVS.[4]

Diterangkan-menerangkan

Artikel utama: Hukum D-M dan M-D.

Catatan kaki

  1. ↑ Pusat Bahasa (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 9789794071823.
  2. ↑ Comrie, Bernard (1981). Language Universals and Linguistic Typology. Oxford: Blackwell. ISBN 0631129715.
  3. ↑ H. Alwi; Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton M. Moeliono (1998). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ Tomlin, Russel S. (1986). Basic word order: Functional principles. London: Croom Helm.


Ikon rintisan

Artikel bertopik linguistik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan