Rabu, 21 Oktober 2026
04:38 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Unsur inkompatibel

unsur yang tidak mudah ditampung dalam kisi kristal

Bagikan:
Artikel ini menggunakan terlalu banyak jargon dan membutuhkan penyederhanaan atau penjelasan lebih lanjut.
Silakan lihat halaman pembicaraan, ganti jargon dengan istilah bahasa Indonesia yang lebih umum, atau jelaskan arti jargon. Lihat juga panduan menulis artikel yang lebih baik.

Dalam petrologi dan geokimia, unsur inkompatibel adalah unsur yang tidak sesuai dalam hal ukuran dan/atau muatannya dengan sisi kation dari suatu mineral di mana unsur tersebut berada. Unsur inkompatibel didefinisikan oleh nilai koefisien partisi antara mineral pembentuk batuan dan leburan yang jauh lebih kecil dari 1.[1]

Selama kristalisasi fraksional magma dan pembentukan magma oleh peleburan parsial mantel dan kerak Bumi, unsur-unsur yang mengalami kesulitan memasuki sisi kation mineral akan terkonsentrasi dalam fase leburan magma (fase cair).

Dua kelompok unsur inkompatibel yang mengalami kesulitan memasuki fase padat dikenal dengan akronim. Satu kelompok mencakup unsur-unsur yang memiliki jari-jari ionik yang besar, seperti kalium, rubidium, sesium, stronsium, dan barium (disebut LILE, atau large-ion lithophile element (unsur litofil berion besar)), dan kelompok lainnya mencakup unsur-unsur dengan valensi ionik yang besar (atau muatan listrik yang tinggi), seperti zirkonium, niobium, hafnium, unsur tanah jarang (rare-earth element, REE), torium, uranium, dan tantalum (disebut HFSE, atau high-field-strength element (unsur berkekuatan medan tinggi)).[1]

Cara lain untuk mengklasifikasikan unsur inkompatibel adalah berdasarkan massa (deret lantanida): unsur tanah jarang ringan (light rare-earth element, LREE) mencakup La, Ce, Pr, Nd, dan Sm, dan unsur tanah jarang berat (heavy rare-earth element, HREE) mencakup Eu–Lu. Batuan atau magma yang kaya, atau hanya sedikit terdeplesi, akan unsur tanah jarang ringan disebut sebagai "subur", dan batuan dengan deplesi yang kuat dalam LREE disebut sebagai "terdeplesi".[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Albarède, Francis (2003). Geochemistry: an introduction. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-89148-6.
  2. ↑ Mange, Maria A.; Wright, David Thomas (2007). Heavy minerals in use. Vol. 58. Elsevier. hlm. 370. ISBN 978-0-444-51753-1.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geokimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik petrologi batuan beku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan