Sabtu, 17 Oktober 2026
19:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Underground Railroad

Jaringan pembebasan budak

Bagikan:

Underground Railroad adalah nama untuk kumpulan gerakan bawah tanah Amerika Serikat yang sejak 1830 membantu para budak belian hitam melarikan diri.[1] Mereka membantu budak tersebut untuk melarikan diri ke utara dan Kanada.[2] Gerakan ini tidak dijalankan oleh organisasi tunggal atau perorangan, tetapi oleh banyak individu.[2] Mereka yang terlibat dalam gerakan ini terdiri dari orang kulit putih dan kulit hitam.[2] Akan tetapi, sebagain besar didominasi oleh para kulit hitam.[2] Gerakan ini mampu memindahkan ratusan budak ke utara setiap tahun.[2] Sekitar 100.000 budak berhasil dipindahkan sejak tahun 1810-1850.[2]

Bagi para budak melarikan diri ke utara sama sekali tidak mudah.[2] Langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah melarikan diri dari majikannya (pemilik budak).[2] Hal ini berarti para budak harus mengandalkan usahanya sendiri. Kadang-kadang orang yang membantu budak melarikan diri menyamar sebagai budak dan memasuki perkebunan serta membimbing pelarian ke utara.[2] Para budak akan bergerak pada malam hari.[2] Mereka umumnya akan melakukan perjalanan antara 10 sampai 20 mil ke stasiun berikutnya, tempat mereka akan beristirahat dan makan.[2] Mereka juga bersembunyi di lumbung pangan.[2]

Referensi

  1. ↑ Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "The Underground Railroad". Diakses tanggal 17 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan