Selasa, 20 Oktober 2026
07:13 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Uncal buau

Uncal buau

spesies burung

Bagikan:
Uncal buau
250px-Macropygia_emiliana_%28Ruddy_Cuckoo_Dove%298.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
M. emiliana
Nama binomial
Macropygia emiliana
Bonaparte, 1854
Artikel takson sembarang

Uncal buau (bahasa Latin:Macropygia emiliana) adalah spesies burung dari famili Columbidae, dari genus Macropygia. Burung ini merupakan jenis burung pemakan buah kecil, biji-bijian yang memiliki habitat di hutan primer, tepi hutan, tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl.

Ciri-ciri

Uncal buau memiliki tubuh berukuran sedang (30 cm), berekor panjang, dada cokelat keunguan dengan garis-garis hitam samar. Jantan memiliki leher dan dada berwarna merah jambu mengilap, sedangkan betina memiliki garis-garis gelap pada mantel.[2] Spesies ini memiliki selaput pelangi kebiruan dan merah, paruh abu-abu krem, dan kaki merah keunguan. Burung yang terbang berkepak dengan cepat dan kuat di atas pohon. Uniknya burung ini minum dan makan di atas tanah. Sarangnya berbentuk sederhana yang terbuat dari ranting. Telurnya berwarna krem, biasanya berjumlah 1 butir. Musim kawin burung ini dapat terjadi sepanjang tahun.

Persebaran

Referensi

  1. ↑ "Macropygia emiliana". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. ↑ Katalog uncal buau[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan