Jumat, 23 Oktober 2026
19:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Gerakan Payung

Bagikan:

Gerakan Payung atau Umbrella Movement (Hanzi:雨傘運動)[1] adalah sebuah gerakan politik yang muncul selama protes-protes terkait demokrasi di Hong Kong tahun 2014.[2] Dinamakan "Gerakan Payung" karena para demonstran menggunakan payung sebagai alat perlawanan pasif terhadap  polisi Hong Kong selama 79 hari pendudukan kota demi menuntut pemilu bebas, yang dipicu oleh keputusan dari Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPCSC) tertanggal 31 Agustus 2014 yang mengharuskan penyaringan selektif calon Kepala Eksekutif Hong Kong untuk tahun 2017.

Gerakan ini terdiri dari ribuan orang yang berpartisipasi dalam protes yang dimulai pada 26 September 2014, meskipun kelompok utama penggeraknya adalah Scholarism, Hong Kong Federation of Students dan Occupy Central with Love and Peace (OCLP). Sejak awal protes pada tahun 2014, aktivis gerakan ini telah mengeluhkan pelecehan dari lawan politiknya yang "mengkhawatirkan dan mirip dengan perlakuan terhadap para aktivis demokrasi di Tionghoa serta keluarganya". Mereka juga telah dituntut dan dipenjara selama berpartisipasi aksi-aksi protes.

Referensi

  1. ↑ Tang, Baiqiao (26 November 2014). "香港雨傘運動及未來中國民主革命之展望" (dalam bahasa Chinese). New Tang Dynasty Television. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-06-12. Diakses tanggal 29 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Phillips, Keri (28 Oktober 2014). "Tracing the history of Hong Kong's umbrella movement". ABC Radio National. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-08. Diakses tanggal 29 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Hong Kong

Artikel bertopik Hong Kong ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan