Jumat, 23 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Umar Rukman

Umar Rukman

Bagikan:
Umar Rukman
250px-U._Rukman%2C_Irian_Barat_dari_Masa_ke_Masa%2C_p102-103.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi pribadi
Lahir(1923-07-02)2 Juli 1923
MeninggalKesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "{" tidak dikenal. Parameter salah (harus 1 — 12) 2010(2010-Kesalahan ekspresi: Kata "juli" tidak dikenal.-{{{3}}}) (umur Error: Need valid year, month, day)Kesalahan ekspresi: Operator > tak terduga
AlmamaterPETA (1945)
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_mayjendtni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mayor Jenderal TNI
SatuanInfanteri
NRP11292

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Umar Rukman (2 Juli 1923 – 2010)[1] merupakan seorang perwira tinggi angkatan darat dari Indonesia dan juga sangat loyal kepada Presiden Soekarno. Setelah Soeharto menguat, banyak jenderal yang dekat dengan Soekarno menjadi mati langkah. Apalagi jenderal yang dicap kiri seperti Pranoto Reksosamodra dan Rukman. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Nirbaya. Ia ditahan pada 9 Agustus 1968 berdasarkan perintah Kepala Staf Angkatan Darat. Ia baru dibebaskan sepuluh tahun kemudian bersama Pranoto dan Hario Kecik alias Brigadir Jenderal Soehario Padmodiwirio. Menurut Pranoto Reksosamodra, ketiganya tidak paham kenapa mereka ditahan begitu lama.

Pendidikan

  • Seinen Dojo (Pusat Latihan Pemuda) Tangerang (1943)[1]
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1961)

Karier militer

  • Komandan Batalyon I, Brigade XIII KRU "Z", Divisi Siliwangi, kembali dari Solo ke Jawa Barat (Agustus 1948)[2]
  • Komandan Brigade Infanteri 13/Galuh (11 September 1949 - 12 Maret 1951)[3]
  • Komandan Komando Garnizun Kota Bandung[2]
  • Panglima Divisi II Tjadangan Umum Angkatan Darat (-6 Februari 1963)[4]
  • Komandan Kontingen Indonesia Irian Barat (6 Februari 1963, surat keputusan 21 Januari 1963 - 17 Mei 1963)[2][4]
  • Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih (17 Mei 1963, surat keputusan 28 April 1963 - 17 April 1964)[2][4]
  • Deputi Menteri/Panglima Angkatan Darat/Panglima Komando Daerah Pertahanan Indonesia Timur (17 September 1963 - 10 Januari 1966)[2][5]
  • Naik pangkat menjadi mayor jenderal (18 Agustus 1965)[6]
  • Perwira Tinggi dpb. Menteri Panglima Angkatan Darat (1966)[2]
  • Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Juni 1966-?)[2]

Referensi

  1. 1 2 Matanasi, Petrik (8 Oktober 2021). "Mayjen Rukman: Konco daripada Soeharto yang Dipenjara setelah G30S". Tirto. Diakses tanggal 7 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Bachtiar, Harsya W. (1988). Siapa dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Jakarta. hlm. 262. ISBN 9789794281000.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Nama Pejabat". Brigif 13/Galuh. 19 Januari 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-11-12. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
  4. 1 2 3 Semdam XVII/Tjenderawasih & Pusjarahmil AD (1965). Kronologi sedjarah TNI Angkatan Darat di Irian-Barat, tahun 1963-1964. Bandung: Semdam XVII/Tjenderawasih. hlm. 22, 30, 32.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ The Editors (April 1967). "Data on the Current Military Elite". Indonesia. 3: 209.{{cite journal}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "5 Brigdjen naik pangkat". Kompas. 18 Agustus 1965. hlm. 3. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan