Artikel ini berisi konten yang ditulis dengan gaya sebuah iklan. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menghapus konten yang dianggap sebagai spam dan pranala luar yang tidak sesuai, dan tambahkan konten ensiklopedis yang ditulis dari sudut pandang netral dan sesuai dengan kebijakan Wikipedia. |
| Jenis | Perusahaan publik |
|---|---|
| BEI: ULTJ | |
| IndustrI | Minuman |
Wilayah yang dilayani | Indonesia |
Tokoh kunci | Sabana Prawirawidjaja[1] (Direktur Utama) Supiandi Prawirawidjaja[2] (Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Merek |
|
| Pendapatan | Rp 6,617 triliun (2021)[3] |
| Rp 1,251 triliun (2021)[3] | |
| Total aset | Rp 7,407 triliun (2021)[3] |
| Total ekuitas | Rp 5,138 triliun (2021)[3] |
| Pemilik | Sabana Prawirawidjaja (44,26%) PT Prawirawidjaja Prakarsa (21,40%) |
Jumlah karyawan | Sekitar 1.036 (2021)[3] |
| Induk | FrieslandCampina (rencana) |
| Anak usaha | PT Nikos Distribution Indonesia PT Ultra Sumatera Dairy Farm PT Nikos Intertrade PT Ultra Peternakan Bandung Selatan PT Tirta Talaga Jaya PT Ito-En Ultrajaya Wholesale (50%) PT Kraft Ultrajaya Indonesia (70%) PT Frisian Flag Indonesia (100%, rencana) |
| Situs web | www.ultrajaya.co.id |
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk adalah sebuah produsen minuman yang berkantor pusat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.[3]
Sejarah
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada dekade 1960-an sebagai sebuah bisnis keluarga dari Achmad Prawirawidjaja. Awalnya perusahaan ini hanya memproduksi susu yang diolah secara sederhana. Pada pertengahan dekade 1970-an, perusahaan ini mulai menerapkan teknologi pengolahan Ultra High Temperature (UHT) dan teknologi pengemasan karton aseptik. Pada tahun 1975, perusahaan ini mulai memproduksi susu cair UHT dengan merek "Ultra Milk". Tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mulai memproduksi sari buah UHT dengan merek "Buavita".
Pada dekade 1980-an, perusahaan ini mulai memproduksi teh UHT dengan merek "Teh Kotak", sari kacang ijo, kola dalam kemasan dengan merek "Cola Pack", dan sari buah asam dengan merek "Asem Asli". Perusahaan ini juga meneken perjanjian lisensi dengan Kraft General Food Ltd asal Amerika Serikat agar dapat memproduksi dan memasarkan keju dengan merek "Kraft", dengan Nestlé agar dapat memproduksi Milo RTD, dengan Mead Johnson agar dapat memproduksi minuman isotonik Lytren, dan dengan Carlsberg agar dapat memproduksi Pripps. Perusahaan ini juga mendirikan perusahaan patungan bersama Kraft Heinz pada dekade yang sama.
Pada dekade 1990-an, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini juga mulai memproduksi susu kental manis. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai memproduksi susu bubuk melalui kerja sama dengan Meiji Dairies. Pada tahun 2000, perusahaan ini menjalin kerja sama produksi dengan PT Sanghiang Perkasa yang mendapat lisensi dari Morinaga Milk Industry Co. Ltd., untuk memproduksi dan mengemas susu bubuk untuk bayi. Pada tahun 2008, perusahaan ini menjual merek "Buavita" dan "Go-Go" ke Unilever Indonesia.[4] Walaupun begitu, Unilever Indonesia menyerahkan produksi dan pengemasan dari dua merek tersebut ke perusahaan ini.[3]
Pada tahun 2020, perusahaan ini mulai membangun gudang dan pabrik baru di Kawasan Industri MM2100, yang masing-masing ditargetkan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2022 dan 2023.[5]
Pada tanggal 18 September 2026, perusahaan ini berencana mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia senilai Rp14,57 triliun. Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui skema penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng, yang dibarengi dengan penerbitan saham baru ULTJ.[6]
Produk
Produk utama ULTJ adalah produk susu cair dalam kemasan Ultra High Temperature (UHT) yakni Susu Ultra dan produk Ultra Kental Manis, Ultra Mimi, Teh Kotak, Sari Asem Asli, Sari Kacang Ijo dan produk-produk keju melalui kerja sama dengan Kraft Heinz.[7][8]
Pranala luar
Referensi
- ↑ "Dewan Direksi". PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
- ↑ "Dewan Komisaris". PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
- 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
- ↑ "Unilever Akuisisi Minuman Buavita dan Gogo". Detikcom. 25 September 2007. Diakses tanggal 17 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Julian, Muhammad (16 Desember 2021)., Handoyo (ed.). "ULTJ Kawal Pembangunan Pabrik dan Gudang Baru di Kawasan Industri MM2100". Kontan.co.id. Kontan. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
{{cite news}}:|editor-last=memiliki nama numerik - ↑ Aprilia, Zefanya (18 September 2026). "ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 18 September 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)". idnfinancials.com. Diakses tanggal 3 September 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Natalia, Tasya (12 Juli 2023). "ULTJ: Ultrajaya Milk Industry". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 3 September 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)